Indonesia Berpotensi Jadi Leader Pendidikan di ASEAN

JAKARTA – Dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang ada, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang menjadi leader bagi pendidikan di ASEAN. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ananto Kusuma Seta, dalam acara Global Educational Suplies and Solutions (GESS) di JCC, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

“Alasan mengapa kita berpotensi menjadi leader pendidikan di ASEAN adalah pertama pada jumlah buta huruf yang sekarang jumlahnya semakin berkurang,” ungkapnya.

Pada 1945, jumlah penduduk Indonesia yang buta huruf mencapai 95 persen. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pada usia Indonesia ke-71 tahun, jumlah penduduk yang buta huruf pun berkurang menjadi 3,6 persen.

“Bayangkan dari 1945 sebanyak 95 persen buta huruf, sekarang yang masih buta huruf tinggal 3,6 persen. Hal inilah yang tidak bisa dilakukan oleh negara lain,” ucapnya.

Selain itu, disaat negara-negara lainnya belum bisa menggunakan teknologi sebagai bagian dalam pelaksanaan ujian, Indonesia sudah berhasil untuk melakukannya. “Di skala yang besar ini baru Indonesia yang bisa melakukannya. Negara-negara di asia belum ada yang bisa melakukannya,” imbuhnya.

Bahkan menurutnya, negara seperti Malaysia pun masih belajar dari Indonesia untuk menerapkan teknologi dalam pelaksanaan ujian. “Kita sendiri sudah bisa untuk menerapkan hal itu, bahkan yang jumlahnya sudah ribuan,” paparnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi leader pendidikan di kawasan ASEAN. “Selain itu penggunaan teknologi ini juga bisa untuk menghindari kebocoran,” tambahnya.(afr)

Related Articles

Back to top button
Close