Pekerja Migran Dibuang Ke Tengah Jalan, Menteri Tenaga Kerja Segera Memberi Penampungan Dan Menyelidiki Kasus Ini

Sepanjang hari libur Dragon Boat Festival, Departemen Tenaga Kerja New Taipei menerima kasus pengaduan bahwa ada 2 PRT asing diusir oleh majikan dan agensi sehingga berkeliaran di jalan. Departemen Tenaga Kerja membantu menempatkan 2 PRT asing ini agar tidak melewati hari libur di jalanan. Di saat yang sama, Departemen Tenaga Kerja juga menghimbau, majikan pekerja asing seharusnya memiliki sikap empati, saat kantor agensi menerima biaya pelayanan dari pekerja migran seharusnya menyediakan jasa layanan.

Seorang wanita PRT asal Filipina di New Taipei bernama Pama mengadu setelah dibuang ke tempat dekat stasiun kereta api Zhongli oleh staf perusahaan agensi, tengah malam ia berkeliaran di jalanan sekitar Sanchong, hanya bisa berteduh hujan dan angin di 7-11 yang buka 24 jam. Selain itu, satu PRT asal Filipina di daerah Taishan bernama Mary mengadu majikan mengusirnya tanpa alasan, dan kemudian Mary meminta bantuan pada agensi juga tidak mendapat bantuan, dan saat itu ia tidak tahu harus berbuat apa, hanya bisa berkeliaran di jalan.

Menurut ketentuan pasal 19 mengenai “izin majikan mempekerjakan pekerja migran” sebelum pekerja migran keluar, majikan tetap harus menjaga kehidupan orang asing, Departemen Tenaga Kerja memperjelas lebih lanjut, serta menyelidiki tanggung jawab majikan dan agensi, apabila majikan tidak memenuhi kewajiban untuk mengurus, maka akan dihukum sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. Menteri Tenaga Kerja menghimbau, apabila ada terjadi perselisihan antara majikan-buruh, bisa mengajukan permohonan bantuan pada Menteri Tenaga Kerja, jadi tidak boleh asal mengusir pekerja migran.

Laporan detail:

Liburan Dragon Boat Festival yang seharusnya dilewati dengan gembira, namun malah terjadi kasus pekerja migran dibuang ke tengah jalan, sangat disesalkan. Pama yang merupakan PRT asal Filipina mengatakan, mengenggam impian menghasilkan uang banyak datang ke Taiwan,awalnya ingin bekerja dan menuju ke rumah majikan yang terletak di Xinzhuang, namun karena majikan tidak ingin mempekerjakan dan mendapat perlakuan dibuang ke daerah sekitar stasiun kereta api Zhongli, dan akhirnya hanya bisa berlindung sementara di 7-11. Belum menghasilkan uang sudah dibuang ke jalan, membuat ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi keluarganya

Mary, pekerja migran Filipina lainnya juga mengalami hal yang sama, Mary mengatakan, ia ada menanyakan alasan mengapa diusir, namun majikan tidak mengatakan alasannya, ketika meminta bantuan dengan majikan juga tidak dipedulikan, benar-benar tidak berdaya.

Setelah mendapat pemberitahuan, 2 pekerja migran ini segera ditampung oleh Departemen Tenaga Kerja New Taipei, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, apabila majikan atau agen tidak memenuhi tanggung jawabnya, maka akan dikenakan denda 30ribu NT, saat ini sudah meminta majikan dan agensi keluar untuk memberi penjelasan untuk lebih detailnya, dan kasus ini sedang diselidiki.

Ketua Departemen Tenaga Kerja mengatakan, pekerja migran di New Taipei mencapai 90 ribu orang, dimana PRT sekitar 36 ribu orang, pekerja migran ini telah membantu menjaga orang tua, mendorong perkembangan ekonomi dan juga memberikan kontribusi besar pada fasilitas publik, namun tidak disangka mereka mendapat perlakuan dibuang ke tengah jalan. Apabila terjadi perselisihan antara majikan-buruh, bisa meminta bantuan pada Departemen Tenaga Kerja.

Menteri Tenaga Kerja mengatakan, menurut pasal 19 mengenai ketentuan “izin majikan mempekerjakan pekerja migran” sebelum pekerja migran keluar, majikan memiliki tanggung jawab menjaga kehidupan orang asing, jadi saat ini sedang menyelidiki tanggung jawab majikan dan agensi.

Related Articles

Back to top button
Close