Lebih Dari 400 Pekerja Migran Indonesia Berkumpul Merayakan Karnaval Idul Fitri di Hsinchu

Dalam rangka mendorong pertukaran budaya dan mendukung pekerja migran Indonesia di Taiwan, pemerintah Hsinchu mengadakan upacara ibadah Islam dan karnaval Idul Fitri di Taman Beida. Dalam acara tersebut, turut menyajikan makanan tradisional Indonesia seperti nasi tumpeng, pertunjukan tarian tradisional Indonesia  dan lainnya, sekitar lebih dari 400 pekerja migran Indonesia ikut berkumpul dan merayakan acara ini.

Dalam upacara atau festival besar Muslim pasti akan menyiapkan nasi tumpeng sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah. Tofa mengatakan, sebelum datang ke Taiwan, ia mendengar bahwa bubble milk tea Taiwan sangat enak, karena itu pihak penyelenggara juga khusus menyiapkan, membuat para hadirin sangat bahagia. Dalam acara tersebut, imigran baru asal Indonesia juga membawakan tarian tradisional Indonesia dan turut mengundang Tantri yang membuka perpustakaan hadir di lokasi, selain itu juga ada acara karaoke, membuat teman-teman pekerja migran Indonesia bernyanyi dan bergembira bersama.

Departemen Tenaga Kerja Hsinchu mengatakan, menurut ketentuan hukum saat ini, pekerja migran dapat bekerja di Taiwan selama 12 tahun. Dalam rangka membantu pekerja migran Indonesia yang akan kembali pulang kampung halaman untuk bekerja di masa depan, Departemen Tenaga Kerja meminta direktur KDEI, Chen Lina untuk membawa brosur kegiatan Universitas Terbuka dan berbagai informasi terkait pelatihan keterampilan untuk para pekerja Indonesia. Para pekerja Indonesia mengatakan perayaan Idul Fitri tahun ini sangat spesial, mereka telah merasakan Hsinchu adalah sebuah kota yang bahagia dan bersahabat.

Related Articles

Back to top button
Close