Biaya Pendidikan Non-Formal: Imigran Baru Disubsidi 50%, Keluarga Berpendapatan Rendah Disubsidi 100%

Untuk mendorong warga senantiasa belajar hingga hidup tua, departemen pendidikan mengumumkan peraturan baru mengenai biaya akreditasi pendidikan non-formal. Imigran baru berusia 55 tahun ke atas dan belum menamatkan pendidikan wajib akan mendapatkan subsidi 50% biaya pendidikan. Penyandang cacat bisa mendapatkan subsidi 40% ke atas sesuai tingkatannya, dan subsidi setiap orang maksimal tidak lebih dari 6000 NTD. Bagi warga pribumi dan keluarga berpendapatan rendah, akan mendapatkan subsidi penuh untuk biaya pendidikan. 

Imigran baru yang belum menamatkan pendidikan wajib akan mendapatkan subsidi 50% biaya pendidikan. Penyandang cacat bisa mendapatkan subsidi 40% ke atas sesuai tingkatannya, dan subsidi setiap orang maksimal tidak lebih dari 6000 NTD. (Foto/ Sumber: pixabay)

Departemen pendidikan mengadakan akreditasi pendidikan non-formal pada tahun 2006 dan hingga saat ini sudah ada 693 instansi terakreditasi, 2000 lebih kelas mata pelajaran  serta 4675 SKS yang diakui. Mata pelajaran yang diakui semuanya memiliki tingkatan yang sama dengan mata kuliah S1 universitas atau mata kuliah D3 sekolah vokasi.

Hingga saat ini sudah ada 693 instansi terakreditasi, 2000 lebih kelas mata pelajaran serta 4675 SKS yang diakui. Mata pelajaran yang diakui semuanya memiliki tingkatan yang sama dengan mata kuliah S1 universitas atau mata kuliah D3 sekolah vokasi. (Foto/ Sumber: pixabay)

Warga dapat mengajukan formulir pendaftaran, bukti SKS, bukti pembayaran beserta dokumen lainnya ke dinas pendidikan pemda setempat setiap tahun sebelum 15 Maret dengan. Instansi pembelajaran seumur hidup akan melakukan penilaian awal, kemudian akan dinilai ulang oleh pemerintah daerah, lalu dapat mengajukan biaya subsidi kepada departemen pendidikan sebelum tanggal 30 April.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close