Kemungkinan Semakin Membaiknya Masalah Pekerja Migran Hilang Kontak? Depnaker: Perlu Dorongan ke Depannya

Di tengah semakin maraknya wabah virus corona, di Taiwan terdapat kasus 32 mengenai pekerja migran hilang kontak yang positif virus corona dan kasus pekerja migran hilang kontak yang melarikan diri pada tanggal 19 lalu. Hal-hal tersebut membuat masyarakat cemas terhadap masalah pekerja migran. Badan imigrasi pada tanggal 20 bersama dengan Agensi Pengembangan Tenaga Kerja Depnaker serta KDEI mengadakan konferensi pers untuk memberi himbauan. Dalam konferensi pers, depnaker memberi jawaban mengenai kemungkinan berubahnya masalah  pekerja migran hilang kontak ke arah yang lebih baik.

Dalam konferensi pers, depnaker memberi jawaban mengenai kemungkinan berubahnya masalah pekerja migran hilang kontak ke arah yang lebih baik. (Foto/ diambil oleh wartawan Liana Lai pada 20 Maret 2020)

Seiring semakin rendahnya tingkat kelahiran anak dan transformasi industri, industri di Taiwan banyak yang mengalami kekurangan pekerja. Dari pekerja pabrik, pekerja perawat hingga pekerja nelayan, petani dan manufaktur, semuanya kekurangan tenaga kerja. Hingga saat ini pekerja migran hilang kontak di Taiwan sudah lebih dari 40 ribu orang. Tidak sedikit dari pekerja migran hilang kontak ini terpaksa melarikan diri, mungkin karena tidak cocok dengan majikan, ditekan oleh agen perantara atau jam kerja yang banyak, gaji yang rendah atau disiksa dan tidak dapat melapor, hingga akhirnya terpaksa menggunakan cara ilegal. 

Wartawan Empat Arah menanyakan kemungkinan berubahnya masalah pekerja migran hilang kontak ke arah yang semakin baik, dan kepala agensi pengembangan tenaga kerja depnaker Tsai Meng-Liang  menyatakan, memang ada suara di masyarakat yang mengharapkan masalah pekerja migran hilang kontak diperbaiki, “untuk saat ini mengenai pekerja migran yang melanggar hukum, aturan hukum di Taiwan menunjukkan bahwa mereka tidak dapat melanjutkan bekerja di Taiwan ”.

Program akan dijalankan selama 3 bulan (1 April 2020 hingga 30 Juni 2020). Bagi yang melaporkan diri selama program berjalan, tidak perlu masuk ke tempat penampungan, juga tidak akan dilarang masuk ke Taiwan atau tidak diberi izin, dan didenda dengan jumlah minimal 2000 NTD. (Foto/ Sumber; Badan Imigrasi)

Tsai Meng-Liang menambahkan, menjadikan ilegal legal memang merupakan hal yang patut dibahas, namun perlu melalui revisi hukum barulah mungkin. Setelah itu juga perlu ada dorongan dari masyarakat, dan depnaker akan mengadakan rundingan lebih lanjut. Dan mengenai kurangnya tenaga kerja di Taiwan, Tsai Meng-Liang menyatakan bahwa Taiwan tidak hanya mendatangkan pekerja migran saja,  “karena pengaruh wabah, pekerja migran juga belum tentu ingin datang ke daerah berisiko tinggi, karena itu juga perlu berpikir bagaimana memanfaatkan tenaga kerja yang ada sekarang”.

Badan imigrasi mencanangkan “program memperluas melapor sendiri”, bersama dengan personel berbahasa mandarin, vietnam, thailand dan indonesia mempromosikan program tersebut. (Foto/ diambil oleh wartawan Liana Lai pada 20 Maret 2020)

Badan imigrasi mencanangkan “program memperluas melapor sendiri”, dan mendorong program-program seperti “tidak menampung, tidak mengurus, denda rendah”. Program akan dijalankan selama 3 bulan (1 April 2020 hingga 30 Juni 2020). Bagi yang melaporkan diri selama program berjalan, tidak perlu masuk ke tempat penampungan, juga tidak akan dilarang masuk ke Taiwan atau tidak diberi izin, dan didenda dengan jumlah minimal 2000 NTD. Setelah program berakhir, badan imigrasi akan menyelesaikan revisi hukum imigrasi dan mengacu kepada cara yang dipakai negara maju lainnya dengan memperberat hukuman bersangkutan. Selama masa penghimbauan (20 Maret hingga akhir Maret), juga berlaku aturan keringanan denda dari program, mendorong orang asing yang telah melewati batas waktu (mencakup pekerja migran hilang kontak) untuk melaporkan diri, dan badan imigrasi akan membantu mereka untuk kembali ke negara mereka secepatnya. Dan karena pengaruh wabah virus corona, badan imigrasi akan memperketat aturan mengenai pekerja migran ilegal.

Kepala agensi pengembangan tenaga kerja Tsai Meng-Liang menyatakan bahwa program tersebut akan memperkuat tiga bagian, mencakup keselamatan pencegahan penyakit bagi setiap pekerja migran di Taiwan,menenangkan masyarakat dan mobilisasi umum semua departemen. Karena wabah virus corona, pekerja migran mungkin juga memiliki pertanyaan mengenai kesehatan diri sendiri, bila pada saat ini pekerja migran hilang kontak dapat memilih untuk melaporkan diri, maka akan memperoleh keringanan denda. Di Taiwan terdapat 40 ribu orang lebih pekerja migran hilang kontak, melalui program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah orang hilang kontak dan menenangkan masyarakat. Dan yang terakhir, setiap departemen akan mengerahkan segenap tenaga untuk membantu menjalankan program badan imigrasi, bersama-sama mencapai tujuan menurunkan jumlah pekerja migran ilegal. 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close