Pekerjaan Jangka Pendek Dibuka Untuk Pertama Kalinya! Kementerian Tenaga Kerja: Majikan Dapat Mempekerjakan Selama 3 Bulan atau 6 Bulan

Selama pandemi virus COVID-19 berlangsung , pemerintah dari berbagai negara membatasi keluar masuk semua orang, dan para pekerja migran sudah habis izin kerjanya juga terpengaruh oleh hal ini. Kementerian Tenaga Kerja menyatakan pada tanggal 13 Mei bahwa dari 17 Maret hingga 17 Juni, untuk beberapa pekerja migran yang izin kerjanya berakhir, majikan dapat mempekerjakan dengan jangka pendek selama 3 atau 6 bulan.

Menurut Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan, waktu maksimum bagi seorang pekerja migran untuk dipekerjakan adalah tiga tahun. Beberapa pekerja migran yang telah berakhir izin kerja mereka dan ingin kembali ke negara asal mereka tetapi tidak dapat kembali. Meskipun mereka dapat memperpanjang masa tinggal mereka, mereka tidak mendapat pendapatan tanpa pekerjaan. Sedangkan pekerjaan baru harus diikat kontrak selama tiga tahun lagi, dan ini dapat menimbulkan masalah yang sangat besar. (Gambar / Data Foto)

Menurut Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan, waktu maksimum bagi seorang pekerja migran untuk dipekerjakan adalah tiga tahun. Beberapa pekerja migran yang telah berakhir izin kerja mereka dan ingin kembali ke negara asal mereka tetapi tidak dapat kembali. Meskipun mereka dapat memperpanjang masa tinggal mereka, mereka tidak mendapat pendapatan tanpa pekerjaan. Sedangkan pekerjaan baru harus diikat kontrak selama tiga tahun lagi, dan ini dapat menimbulkan masalah yang sangat besar. Kementerian Tenaga Kerja mengeluarkan surat yang berbunyi bahwa majikan dapat mempekerjakan pekerja jangka pendek selama 3 bulan atau 6 bulan terhitung dari 17 Maret hingga 17 Juni, dan pekerja jangka pendek ini harus menandatangani surat pernyataan untuk memastikan bahwa pekerja tersebut benar-benar mengetahui jangka waktu pekerjaan.

Kementerian Tenaga Kerja menyatakan bahwa pekerjaan jangka pendek juga merupakan kontrak kerja secara formal, dan tetap harus melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan, pembaruan kontrak kerja setelah berakhirnya masa berlaku, proses pindah atau biaya jaminan pekerjaan semuanya harus ditangani sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini, termasuk juga bila pekerja atau majikan mau memutuskan kontrak lebih awal juga harus tetap mengikuti  prosedur awal.

Setelah seorang majikan mengajukan permohonan untuk merekrut pekerja jangka pendek, ia tidak boleh mencari pekerja migran lain, Kementerian Tenaga Kerja akan mencatat pembekuan proses, ini dilakukan untuk mencegah majikan mencari pekerja migran baru dari luar negeri.

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close