Kasus Compal selesai, Depnaker : Komunikasi yang tidak baik menjadi pemicu

Terjadi mogok kerja massal di Pabrik OEM Compal (2 Juni), dan lebih dari 800 pekerja migran Vietnam berkumpul di pabrik Compal Taoyuan Pingzhen untuk memprotes Compal. (Foto / Depnaker Kota Taoyuan)

Terjadi mogok kerja massal di Pabrik OEM Compal (2 Juni), dan lebih dari 800 pekerja migran Vietnam berkumpul di pabrik Compal Taoyuan Pingzhen untuk memprotes Compal. Ada tiga permohonan utama dari kelompok pekerja: pemotongan uang yang tidak jelas, dan tidak ada hasil setelah dilaporkan ke perusahaan. Lingkungan asrama dan lingkungan tempat makan yang buruk. Setelah diprotes lewat Facebook, pekerja dipaksa untuk pulang oleh perusahaan dan sekaligus menuntut agar pekerja membayar biaya pemutusan hubungan kerja. Setelah mogok kerja terjadi, perwakilan perusahaan dan organisasi tenaga kerja migran juga datang ke lokasi untuk membantu mediasi, dan akhirnya mencapai kesepakatan, mogok kerja juga berakhir dengan damai. Depnaker Kota Taoyuan menjelaskan kepada Berita Empat Arah mengenai penyebab insiden tersebut dan menjelaskan beberapa tuntutan dari pekerja migran.

Depnaker Kota Taoyuan mengatakan bahwa untuk pemotongan uang di Compal, pada kenyataannya, menurut undang-undang perpajakan, pemotongan pajak antara 6% hingga 18% (tergantung pada gaji pekerja). Di masa lalu, Compal tidak pernah mengurangi uang ini dari pekerja. Namun pada audit dari pemerintah tahun ini, Compal diminta untuk melakukan pemotongan uang sesuai dengan undang-undang perpajakan. Maka Compal mulai melakukan pemotongan pada Juni tahun ini, dan sekaligus memotong uang dari Januari hingga Mei untuk periode tahun ini. Menurut gaji pekerja migran asing pada umumnya, 6% adalah sekitar 1,300 NTD, maka pemotongan untuk enam bulan sekaligus merupakan jumlah yang cukup besar, ditambah mungkin pihak agensi tidak melakukan komunikasi dengan baik, menjelaskan alasan dan dasar hukum mengenai pemotongan uang ini kepada pekerja migran. 

Depnaker juga mengatakan bahwa mengenai uang makan dan tinggal sebesar 4,000 NTD yang terlalu besar menurut para pekerja migran, dan lingkungan asrama serta makanan yang buruk, bila ada pekerja baru, Depnaker setiap kali akan melakukan inspeksi dan tidak menemukan jika Compal melakukan pelanggaran. Selain itu, fasilitas asrama juga memenuhi standar yang disyaratkan. Dewan konsumsi yang dijabat oleh pekerja migran juga rutin melakukan penilaian atas makanan yang disajikan, mengenai makanan yang baik atau tidak sebenarnya termasuk sangat subjektif, Depnaker hari itu juga melihat makanan yang disajikan merupakan makanan nasi kotak pada umumnya. 

Pekerja migran asing melakukan mogok massal di pabrik OEM Compal pada tanggal 2 Juni dan lebih dari 800 pekerja migran asing berkumpul di pabrik Compal Taoyuan Pingzhen untuk memprotes Compal. (Foto / Agensi Berita Pusat)

Ada seorang tenaga kerja menyampaikan: “Sebelum masuk ke Taiwan, kami sudah setuju untuk memotong 2,500 NTD dari gaji sebagai biaya makan dan asrama setiap bulan, tetapi setelah masuk Taiwan, pada kontrak antara majikan dan pekerja tertera 4,000 NTD”. Depnaker menyatakan bahwa Compal sejak dulu selalu memotong 4,000 NTD. Jika ada masalah, baik pihak perusahaan dan karyawan dapat bernegosiasi untuk mencapai konsensus dan menyesuaikan biayanya.

Depnaker Kota Taoyuan menunjukkan bahwa perselisihan ini sebenarnya disebabkan oleh hal-hal kecil, tetapi para pekerja migran telah melakukan protes kepada atasan dan selalu tidak mendapat respon, maka mogok kerja ini terjadi. Perusahaan juga tidak menanggapi dengan sigap, komunikasi yang buruk, dan hal-hal kecil lainnya menumpuk, lalu berkembang menjadi hal besar ini. Depnaker mengatakan bahwa Compal selalu diingatkan untuk memperhatikan kesigapan respons sebagai sebuah pabrik besar, dan segera mengurus setiap tuntutan pekerja. Di masa depan, diharapkan pihak perusahaan dapat memperkuat komunikasi internal dan menghindari insiden serupa ini terulang.

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close