有家歸不得!滯台越南移工街頭抗議:撤僑機制應透明化 | Tak Bisa Pulang! Pekerja Migran Vietnam yang Tertahan di Taiwan Lakukan Aksi Protes: Mekanisme Evakuasi Warga di Luar Negeri Harus Transparan

(圖/中央社) (Foto/CNA)

新冠肺炎疫情爆發後,越南當局迅速鎖國、停飛國際航班,開放之專機極少,導致數萬名在台越南人回不了家。儘管越南於前陣子宣布恢復與台灣的商業航班,但班機仍有限,再加上昂貴的機票、返越後的隔離費用,導致許多經濟較為弱勢的移工族群被困在台灣有家歸不得。

Setelah pandemi corona terjadi, negara Vietnam dengan cepat melakukan lockdown dan menghentikan penerbangan internasional. Penerbangan yang dibuka menjadi sangat sedikit dan menyebabkan puluhan ribu orang Vietnam di Taiwan tidak dapat pulang. Meskipun beberapa saat lalu Vietnam mengumumkan akan memulihkan  penerbangan bisnis dengan Taiwan, tapi jumlah penerbangan tetap terbatas. Ditambah lagi harga tiket pesawat yang tinggi dan biaya karantina setelah kembali ke Vietnam, menyebabkan kelompok pekerja migran dengan kemampuan ekonomi yang lemah tertahan di Taiwan dan tidak dapat pulang.

對此,天主教新竹教區越南移工移民辦公室今(29日)召開記者會說明在台越南人之困境,並向越南當局提出四大要求:增加航班、明定機票收費標準、登機資格篩選透明化、訂定隔離費用收費標準並設立收費上限。

Terhadap hal ini, kantor pekerja migran Vietnam Keuskupan Hsinchu pada hari ini (29) mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi oleh warga Vietnam di Taiwan, dan mengajukan 4 permintaan terhadap pemerintah Vietnam, yakni: menambah jumlah penerbangan, mengatur jelas standar harga tiket pesawat, transparansi dalam kualifikasi untuk boarding, menetapkan standar biaya karantina dan biaya maksimalnya.

天主教新竹教區越南移工移民辦公室今日帶領10幾名越南籍移工至駐台北越南經濟文化辦事處前舉行「疫情當藉口、國民被丟包」記者會舉牌抗議,指出越南關閉國門長達八個月,許多在台越南留學生、工作期滿移工被困在台灣,如今好不容易恢復航班卻又要面對一萬六千元的機票,不僅比往常貴了五倍,集中隔離費也要四萬五千元起跳,移工根本無力負擔。

Kantor pekerja migran Vietnam Keuskupan Hsinchu pada hari ini membawa belasan pekerja migran Vietnam ke depan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Vietnam di Taipei dan mengadakan konferensi pers bertema “Pandemi Jadi Alasan, Warga Ditelantarkan” sebagai aksi protes mereka. Mereka mengatakan bahwa Vietnam sudah melakukan lockdown selama 8 bulan. Banyak pelajar asal Vietnam dan pekerja migran yang telah penuh masa kerjanya terkurung di Taiwan. Meskipun sekarang akhirnya penerbangan telah dipulihkan, tapi harus menghadapi tiket pesawat seharga 16 ribu. Harga ini tidak hanya lebih mahal 5 kali lipat dibanding dulu, biaya karantina terpusat juga dimulai dari harga 45 ribu, para pekerja migran sama sekali tidak mampu untuk membayarnya.

抗議人士表示,越南政府撤僑機制不透明、收費也沒有合理標準。反觀菲律賓、印尼等國都已經把自己國家在台工作的公民接回去了,越南政府撤僑速度卻始終十分緩慢。許多工作期滿的移工抱怨,自己已經沒有工作收入、沒有雇主,繼續留在台灣不僅要花錢另找地方住、還要持續支付仲介費。無奈買不到機票,只能忍痛繼續支撐這些開銷。

Salah satu pemrotes mengatakan, sistem evakuasi warga di luar negeri oleh pemerintah Vietnam tidak transparan, dan untuk biaya yang dikenakan juga tidak memiliki standar yang jelas. Kalau melihat negara lain seperti Filipina dan Indonesia yang sudah menjemput pulang warga negaranya yang bekerja di Taiwan, kecepatan pemerintah Vietnam melakukan evakuasi warga sangatlah lambat. Banyak pekerja migran yang sudah penuh masa kerjanya mengeluh bahwa mereka sudah tidak memiliki pendapatan dan tidak punya majikan. Terus tinggal di Taiwan tidak hanya harus menghabiskan uang untuk mencari tempat tinggal, mereka juga tetap harus membayar biaya agen perantara. Pasrah karena tidak bisa membeli tiket pesawat, mereka hanya bisa menahan sakit dan terus mengeluarkan biaya tersebut.

天主教新竹教區越南移工移民辦公室主任阮文雄神父更表示,越南政府面對移工們的訴求,不僅不理會,還以「不安排機票」為由要求越南國民不要參加今天記者會。

Kepala kantor pekerja migran Vietnam Keuskupan Hsinchu, Pastor Peter Nguyen Van Hung mengatakan bahwa menghadapi permintaan pekerja migran, pemerintah Vietnam tidak hanya akan mengabaikannya, bahkan dengan alasan “tidak akan menjadwalkan tiket pesawat”, meminta warga Vietnam untuk tidak mengikuti konferensi pers hari ini.

駐台北越南經濟文化辦事處也派人接下越南移工的陳情信,但目前並未針對訴求做出任何承諾,並否認有刻意讓在台越南民眾返國不順的情形。

Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Vietnam di Taipei  juga mengutus orang untuk menerima surat protes dari pekerja migran Vietnam. Tapi hingga saat ini mereka belum memberikan janji apapun terhadap permintaan yang diajukan, dan menyangkal sengaja mempersulit warga Vietnam di Taiwan untuk pulang.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close