移工每月繳勞保卻領不到!勞團籲:規劃離境一次領方案 I Pekerja Migran Membayar Asuransi Tenaga Kerja Namun Tidak Diuntungkan! Asosiasi Buruh : Akan Dicanangkan Klaim Sekaligus Saat Keluar Dari Taiwan

「2020工鬥」今天赴行政院抗議,提出三點訴求:盡速啟動規劃基礎年金政策討論、重視移工人權,規劃移工離境一次請領的方案、以及立即召開年金改革座談會,避免勞保財務問題日趨嚴峻下,壓縮社會對話空間,最終導致倉促推動政策引發民怨的惡果。(圖/翻攝自台灣國際勞工協會臉書)I “GongDou 2020” mendatangi Eksekutif Yuan untuk protes pada hari ini dan mengajukan tiga tuntutan: memulai diskusi tentang perencanaan kebijakan anuitas dasar sesegera mungkin, memperhatikan hak asasi pekerja migran, merencanakan rencana klaim sekaligus bagi pekerja migran yang meninggalkan Taiwan, dan segera mengadakan seminar reformasi anuitas untuk menghindari masalah keuangan yang semakin serius tentang asuransi tenaga kerja, yang telah mengurangi ruang untuk musyawarah sosial, dan yang pada akhirnya menyebabkan promosi kebijakan yang tergesa-gesa dan menimbulkan keluhan publik. (Foto / Diambil dari Facebook Asosiasi Perburuhan Internasional Taiwan) 

「2020工鬥」今天赴行政院抗議,提出三點訴求:盡速啟動規劃基礎年金政策討論、重視移工人權,規劃移工離境一次請領的方案、以及立即召開年金改革座談會,避免勞保財務問題日趨嚴峻下,壓縮社會對話空間,最終導致倉促推動政策引發民怨的惡果。

“GongDou 2020” mendatangi Eksekutif Yuan untuk protes pada hari ini dan mengajukan tiga tuntutan: memulai diskusi tentang perencanaan kebijakan anuitas dasar sesegera mungkin, memperhatikan hak asasi pekerja migran, merencanakan rencana klaim sekaligus bagi pekerja migran yang meninggalkan Taiwan, dan segera mengadakan seminar reformasi anuitas untuk menghindari masalah keuangan yang semakin serius tentang asuransi tenaga kerja, yang telah mengurangi ruang untuk musyawarah sosial, dan yang pada akhirnya menyebabkan promosi kebijakan yang tergesa-gesa dan menimbulkan keluhan publik.

其中,針對移工離境一次領保部分,參與抗議的「台灣國際勞工協會」指出,台灣有75萬移工,卻面臨同工不同酬的不平等現象。適用勞基法的產業移工,儘管與本勞一樣按月繳交勞保保費,卻多在工作幾年後離開台灣回母國,受限於時空環境等因素,鮮少有人能在年屆退休之時返台請領勞保老年給付,導致移工未能與本勞享有同等的退休保障;再加上許多雇主僅以勞保最低極距繳納勞保保費,使得保費收入亦有所短少,因此呼籲政府規劃移工離境一次請領勞保的方案,以落實移工權益。

Di antaranya, Asosiasi Perburuhan Internasional Taiwan yang berpartisipasi dalam protes terhadap klaim sekaligus asuransi tenaga kerja bagi pekerja migran yang meninggalkan Taiwan, menyatakan bahwa ada 750 ribu pekerja migran di Taiwan, tetapi mereka menghadapi ketidaksetaraan perbedaan upah untuk pekerjaan yang setara. Pekerja migran industri yang sesuai pada Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, meskipun mereka membayar premi asuransi tenaga kerja setiap bulan, namun saat mereka meninggalkan Taiwan dan kembali ke negara asalnya setelah bekerja selama beberapa tahun, dan karena faktor waktu dan ruang, hanya sedikit orang yang kembali ke Taiwan dan mengambil dana pensiun, dan menyebabkan banyak pekerja migran yang tidak menikmati perlindungan pensiun yang sama dengan buruh lokal. Selain itu, banyak majikan yang hanya membayar premi asuransi tenaga kerja yang paling rendah, sehingga mengakibatkan negara kekurangan pendapatan premi. Oleh karena itu, mereka menghimbau kepada pemerintah untuk mencanangkan bagi pekerja migran untuk dapat klaim sekaligus dana perlindungan dari asuransi ketenagakerjaan setelah mereka meninggalkan Taiwan untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja migran.

而社福類移工狀況更慘,至今仍與勞基法脫鉤,基本薪資只有一萬七千元起跳,根據勞動部 2019 年釋出的薪資調查報告顯示,社福類移工總薪資平均為19947元,經常性薪資則為17550元,且無法隨勞基法基本薪資調漲而調整,不僅同工不同酬,薪資差距還不斷擴大,連最基本的勞動條件都無法獲得保障。

Situasi pekerja migran jenis kesejahteraan sosial bahkan lebih buruk lagi. Mereka masih terlepas dari UU Ketenagakerjaan, dan gaji pokok mereka hanya mulai dari NTD 17.000. Menurut laporan survei gaji yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja tahun 2019, rata-rata total gaji pekerja kesejahteraan sosial pekerja migran adalah NTD 19.947, gaji normal sebesar NTD 17.550, dan itu tidak dapat disesuaikan dengan kenaikan gaji pokok Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Tidak hanya pekerjaan yang sama namun memiliki gaji yang berbeda, kesenjangan upah juga meluas, dan bahkan syarat kerja yang paling dasar tidak mendapat jaminan.

「台灣國際勞工協會」表示,台灣引進移工30年至今,移工同樣付出勞力為台灣創造經濟果實,卻面臨與本勞同工不同酬的差別待遇。移工由於是「非公民」身份,在針對自身相關的政策制定上,完全沒有參與的權利,相當不公平。並強調「同工同酬是基本人權」,呼籲政府立刻調查全台移工同工不同酬的現象並加以改善。

“Asosiasi Perburuhan Internasional Taiwan” menyatakan bahwa selama 30 tahun sejak diperkenalkannya pekerja migran di Taiwan, pekerja migran juga telah menyumbangkan tenaga mereka untuk menciptakan buah ekonomi bagi Taiwan, tetapi mereka menghadapi perlakuan berbeda dengan upah yang berbeda untuk pekerjaan yang setara. Karena pekerja migran adalah “non-warga negara”, mereka tidak memiliki hak untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan yang relevan untuk diri mereka sendiri, yang dimana ini dirasa tidak adil. Dia juga menekankan bahwa “gaji yang sama untuk pekerjaan yang sama adalah hak asasi manusia,” dan meminta pemerintah untuk segera menyelidiki fenomena perbedaan gaji untuk pekerjaan yang sama di seluruh Taiwan dan segera melakukan perbaikan.

行政院代表則出面收下「2020工鬥」的陳情書,表示將持續收集各界意見,也會把意見陳報上去,由勞動部審慎評估。

Perwakilan dari Eksekutif Yuan maju untuk menerima petisi “GongDou 2020”, mengatakan bahwa mereka akan terus mengumpulkan pendapat dari semua lapisan masyarakat, dan akan melaporkan pendapat mereka ke Kementerian Tenaga Kerja untuk evaluasi.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close