檢疫費不得轉嫁移工!勞動部重申:違法最重可罰30萬 I Biaya Karantina Tidak Boleh Dibebankan Kepada Pekerja Migran! Kemenaker Menegaskan : Bagi Yang Melanggar Akan Dikenakan Denda Maksimal 300 Ribu NTD

移工的生活照顧是雇主責任,檢疫相關費用「應由雇主負擔」,移工若有遭雇主或仲介公司收取檢疫費用情事,可撥1955諮詢或提出檢舉,勞動部將依法裁罰。(圖片非當事人) I Kehidupan pekerja migran adalah tanggung jawab majikan, dan biaya terkait karantina “harus ditanggung oleh majikan”. Jika pekerja migran dikenakan biaya karantina oleh majikan atau agen mereka, mereka dapat menelepon 1955 untuk konsultasi atau laporan, dan Kementerian Tenaga Kerja akan menjatuhkan hukuman sesuai dengan hukum. (Gambar ilustrasi) 

為落實防疫工作,社福類移工、返國休假的移工再來臺及菲律賓、印尼移工等,均應接受由政府安排「集中檢疫」;至於產業類新引進移工,則由雇主或委託仲介公司辦理「居家檢疫」。有關檢疫期間的住宿應由雇主妥為安排,雇主亦得委任人力仲介公司代為管理。

Untuk melaksanakan pencegahan wabah, pekerja migran kesejahteraan sosial, pekerja migran yang kembali ke Taiwan setelah cuti, dan pekerja migran dari Filipina dan Indonesia, dll., harus menjalani “karantina terpusat” yang diatur oleh pemerintah; dan untuk pekerja migran yang baru di bidang industri, majikan atau agensi akan mengatur proses “karantina rumah”. Akomodasi selama masa karantina harus diatur dengan baik oleh majikan, dan majikan juga dapat menunjuk agensi tenaga kerja untuk mengelolanya.

然而,勞動部勞動力發展署表示,近期屢接獲移工詢問,雇主或仲介因移工可領取防疫補償,能否將檢疫費用轉嫁移工?發展署再次重申,移工的生活照顧是雇主責任,檢疫相關費用「應由雇主負擔」,移工若有遭雇主或仲介公司收取檢疫費用情事,可撥1955諮詢或提出檢舉,勞動部將依法裁罰。

Namun, Departemen Pengembangan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa belakangan ini berulang kali menerima pertanyaan dari pekerja migran. Majikan atau agensi mengetahui bahwa pekerja migran mendapatkan kompensasi untuk pencegahan wabah. Maka apakah biaya karantina dapat ditanggung kepada pekerja migran? Departemen Pengembangan menegaskan kembali bahwa perawatan hidup bagi pekerja migran adalah tanggung jawab majikan, dan biaya terkait karantina “harus ditanggung oleh majikan”. Jika pekerja migran dikenakan biaya oleh majikan atau agensi, mereka dapat menghubungi 1955 untuk berkonsultasi atau melaporkan. Kementerian Tenaga Kerja akan memberikan penalti sesuai undang-undang.

發展署說明,依雇主聘僱外國人許可及管理辦法規定,雇主申請聘僱移工應依「外國人生活照顧服務計畫書」規劃住宿地點與安排隔離措施等事項。移工入國後的生活照顧是雇主責任,故集中檢疫處所或檢疫旅館的住宿費用應由雇主負擔,倘雇主向移工收取,已涉「違反未全額給付薪資」的規定,經查證屬實,將依法處新臺幣6萬元以上30萬元以下罰鍰,並廢止招募及聘僱許可;如是仲介向移工收取,將依就業服務法規定裁處,最重處超收費用20倍罰鍰及1年以下停業處分。

Departemen Pengembangan menjelaskan bahwa, sesuai dengan izin majikan untuk mempekerjakan orang asing dan peraturan manajemennya, majikan yang mengajukan untuk mempekerjakan pekerja migran harus merencanakan akomodasi dan mengatur tindakan isolasi sesuai dengan “Rencana Layanan Perawatan Kehidupan Orang Asing”. Perlindungan kehidupan pekerja migran setelah memasuki Taiwan  menjadi tanggung jawab majikan. Oleh karena itu, biaya akomodasi tempat karantina terpusat atau hotel karantina harus ditanggung oleh majikan. Jika majikan yang memungut biaya terhadap pekerja migran tersebut, maka ia terlibat dalam  “pelanggaran pembayaran gaji yang tidak lengkap”, dan akan dikenakan denda sebesar NT$ 60.000 hingga NT$ 300.000 sesuai dengan undang-undang, dan izin perekrutan dan kerja akan dicabut; jika agensi memungut biaya kepada pekerja migran, akan dihukum sesuai dengan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, dan hukuman terberat adalah 20 kali lipat dari harga yang dipungut dan penangguhan bisnis kurang dari 1 tahun.

另外,移工檢疫14天的薪資給付由勞工及雇主協商,如協商約定不給付薪資,移工只要未違反隔離或檢疫相關規定及未支領薪資或其他性質相同補助,就可以申請防疫補償。此防疫補償是「補償給移工非補償給雇主」,移工若有遭雇主或仲介公司收取檢疫費用情事,可保留相關事證向勞動部、地方政府或撥1955提出檢舉。

Selain itu, pembayaran gaji selama 14 hari karantina pekerja migran dinegosiasikan oleh pekerja dan majikan.Jika hasil negosiasi disetujui bahwa tidak ada gaji yang akan dibayarkan, pekerja migran dapat mengajukan kompensasi karantina selama pekerja migran tidak melanggar peraturan terkait karantina dan tidak menerima gaji atau subsidi lain yang sejenis. Kompensasi ini adalah “kompensasi untuk pekerja migran dan bukan untuk majikan.” Jika pekerja migran dikenakan biaya karantina oleh majikan atau agensi, mereka dapat menyimpan bukti yang relevan untuk melapor ke Kementerian Tenaga Kerja, pemerintah daerah atau menelepon 1955.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close