移工出房門八秒被罰十萬 染疫機師未戴口罩卻罰不到?| Pekerja Migran Didenda 100 Ribu karena Keluar 8 Detik, tapi Pilot Tertular yang tak Pakai Masker tidak bisa Didenda?

移工出門八秒被罰10萬。(圖/高雄市衛生局)
Pekerja migran yang keluar selama 8 detik didenda 100 ribu. (Foto/ Dinas Kesehatan Kaohsiung)

染疫紐籍機師因違反自主健康管理規定,導致一名台籍女性友人確診,連帶讓台灣253天無本土病例的紀錄破功。雖然桃園市衛生局已經依法對機師裁罰30萬元,然僅針對「未配合疫調」部分開罰,引發質疑;對比先前菲籍移工離開防疫旅館房門僅八秒就被裁罰10萬元的嚴苛標準,讓人不禁思考台灣的防疫和裁罰標準是否會「因人轉彎」。

Karena melanggar aturan karantina mandiri, pilot New Zealand yang tertular menyebabkan seorang wanita Taiwan positif COVID-19, sehingga menghentikan rekor Taiwan yang tidak memiliki kasus lokal selama 253 hari. Meskipun Dinas Kesehatan Taoyuan telah mendenda pilot sebesar 300 ribu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun denda tersebut hanya ditujukan untuk bagian “tidak bekerja sama untuk penyelidikan pandemi” sehingga menimbulkan kontroversi. Bila dibandingkan dengan standar ketat yang diterapkan terhadap pekerja migran Filipina yang hanya keluar hotel karantina selama 8 detik lalu dikenakan denda 100 ribu, hal ini membuat orang berpikir apakah standar pencegahan pandemi dan denda di Taiwan “berbeda tergantung orangnya”. 

長榮紐西蘭籍染疫機師(案765)12月20日驗出確診,卻在疫調時以「忘記」為由隱瞞行蹤,未據實說出足跡史,阻礙防疫工作,依法可開罰6至30萬元。雖然桃園市衛生局也宣布對他「重罰」30萬元,但針對該名機師在密閉機艙內「未配戴口罩」一事卻並未開罰。陳時中解釋,是因為「沒人先勸導個案」所以不會開罰。

Pilot New Zealand milik EVA Airlines (kasus 765) dinyatakan positif pada tanggal 20 Desember. Namun selama penyelidikan ia menyembunyikan rekam jejaknya dengan alasan “lupa” dan menghambat pekerjaan pencegahan pandemi, sehingga dapat didenda sebesar 60 hingga 300 ribu. Meskipun Dinas Kesehatan Taoyuan mengumumkan telah mengenakan denda berat sebesar 300 ribu, namun mereka tidak mengenakan denda terhadap kelakuan sang pilot yang “tidak mengenakan masker” di ruangan tertutup. Chen Shih-Chung menjelaskan bahwa karena “tidak ada orang yang mengingatkan dalam kasus tersebut”, maka mereka tidak akan mengenakan denda.

但是根據TVBS報導指出,公司內部有人員爆料,這名機長執勤不戴口罩早是累犯,而根據長榮公司規定,同飛組員有「告知義務」,因此當時同機組人員實際上有提醒他戴口罩,也有寫報告通報,但機長卻完全無視同事提醒,與「沒人先勸導個案」一說有所出入。

Namun menurut laporan berita TVBS, orang dalam membeberkan kalau kelakuan sang pilot yang tidak mengenakan masker itu sudah dilakukan berkali-kali. Menurut ketentuan EVA Airlines, selama penerbangan sesama kru memiliki “kewajiban untuk mengingatkan”. Jadi kru penerbangan saat itu memang ada mengingatkannya untuk memakai masker dan juga telah menulis laporan. Namun sang pilot tidak menghiraukan peringatan rekan kerjanya. Situasi ini berbeda dengan kondisi “tidak ada orang yang mengingatkan dalam kasus tersebut”. 

此外,該名機師於12月7日至12月12日「自主健康管理」期間於北部眾多公共場所趴趴走,違反「應盡量避免出入公共場所」之規定,卻也沒有因此受罰,引發質疑。

Selain itu, dalam “karantina mandiri” selama 7-12 Desember pilot tersebut berkeliaran di banyak tempat umum di daerah utara. Hal ini melanggar aturan untuk “sebisa mungkin menghindari keluar masuk tempat umum”, namun tidak dikenakan denda sehingga menimbulkan kontroversi.

對比先前鬧得沸沸揚揚的菲籍移工被罰10萬元的事件,該名菲籍移工於檢疫期間離開房門到其他友人房間,全程僅8秒就被裁罰10萬,事件還登上各大外媒,國內風向也多一邊倒把此事看作「台灣防疫高標準」之體現而引以為傲,從衛生局到指揮中心都強調「防疫之前人人平等」。 

Kasus ini dapat dibandingkan dengan kasus pekerja migran Filipina yang dikenakan denda sebesar 100 ribu sebelumnya. Selama masa karantina, sang pekerja migran tersebut meninggalkan kamarnya untuk ke kamar temannya selama 8 detik dan dikenakan denda sebesar 100 ribu. Kejadian tersebut juga diberitakan di berbagai media asing, dan berita di dalam negeri membanggakan kejadian ini sebagai bentuk “standar tinggi dalam pencegahan pandemi Taiwan”. Dari dinas kesehatan hingga pusat komando wabah semuanya menekankan bahwa “semua orang setara dalam hal pencegahan pandemi”.

然而,對比兩者,一個高風險族群的機師未戴口罩還四處趴趴走,跟一個在旅館走道上晃八秒的移工,前者已經確實造成台灣疫情破口,後者則無,但移工被罰10萬,紐籍機師沒戴口罩使同機人染疫卻不用因此被罰。兩個案例兩樣情,讓人忍不住質疑究竟是台灣的「防疫高標準」會因人而異,還是相關法律有所疏漏。

Namun bila kedua kasus tersebut dibandingkan, yang satu adalah seorang pilot di lingkungan berisiko tinggi yang tidak mengenakan masker dan berkeliaran, dan yang lainnya adalah seorang pekerja migran yang berkeliaran selama 8 detik di lorong hotel karantina. Yang pertama telah menyebabkan celah dalam pencegahan pandemi dan yang kedua tidak. Namun pekerja migran didenda sebesar 100 ribu dan pilot New Zealand yang tidak memakai masker dan menyebabkan kru penerbangan tertular malah tidak didenda karena itu. Kedua kasus tersebut membuat orang mempertanyakan apakah “standar tinggi pencegahan pandemi Taiwan” akan berbeda tergantung orangnya, atau peraturan yang bersangkutan kurang komprehensif.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close