影/老外只用中文工作會怎樣?在台印度帥哥曝經驗談歧視 I Video / Apa Yang Terjadi Jika Orang Asing Hanya Bekerja Dalam Bahasa Mandarin? Pria India di Taiwan Mengungkap Pengalamannya Dan Berbicara Tentang Diskriminasi

(圖/翻攝自影片) I (Foto / Diambil dari video) 

有網友提問表示朋友在新加坡工作,當地的歧視事件不少。然而阿迪很開心地說在台灣,他的公司行銷部門有200個人左右,其中印度人為多5個,但是都沒有發生被歧視的感覺。但是他說同事中有個泰國人,同組的人都講中文,午餐時間也是,讓他一開始有點難以交流。

Beberapa netizen bertanya tentang teman mereka yang bekerja di Singapura dan banyak terjadi insiden diskriminasi di sana. Namun, Adi sangat senang untuk mengatakan bahwa di Taiwan, ada sekitar 200 orang di bagian pemasaran perusahaannya, termasuk 5 orang India lainnya, tetapi tidak ada yang merasa didiskriminasi. Tetapi dia mengatakan bahwa ada seorang rekannya dari Thailand, dan semua orang dalam kelompoknya yang sama berbicara bahasa Mandarin, dan itu juga terjadi saat makan siang, yang membuatnya agak sulit untuk berkomunikasi pada awalnya.

阿迪在工作時,會去感受不同人的中文口音,他覺得台灣人的中文口音很好聽,但還是比較習慣深圳同事的口音。他認為他在工作上遇到最尷尬的事,是在新加坡工作時,華人同事的英文熟練但中文不熟,開會時華人同事講不出一些中文,請阿迪幫忙從英文翻中文,但同時華人同事也覺得很尷尬,因為讓母語不是中文的外國人翻譯。以及他在台灣時,台灣同事講了笑話,但他聽不懂,但所有人都在笑,他因此也跟著笑好讓同事們不會覺得不舒服。

Di tempat kerja, Adi menemukan banyak  aksen Mandarin yang berbeda dari setiap orang, menurutnya aksen Mandarin Taiwan sangat bagus, tetapi ia masih lebih terbiasa dengan aksen rekannya di Shenzhen. Menurutnya hal paling memalukan yang dia temui di tempat kerja adalah ketika dia bekerja di Singapura, rekan kerja keturunan China itu mahir berbahasa Inggris tetapi tidak terbiasa dengan bahasa Mandarin. Selama pertemuan, rekan kerja keturunan China itu tidak dapat berbicara bahasa Mandarin sedikitpun. Dia meminta Adi untuk membantu menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Mandarin, tetapi pada saat yang sama, mereka juga merasa malu karena ada orang asing yang menerjemahkan padahal bahasa ibunya bukan bahasa Mandarin. Dan ketika dia di Taiwan, rekan-rekan Taiwannya sering menceritakan sebuah lelucon, tetapi dia tidak bisa memahaminya, tetapi karena semua orang tertawa, jadi dia juga tertawa agar rekan-rekannya tidak merasa tidak nyaman.

(圖/翻攝自影片)I (Foto / diambil dari video) 

至於思考時阿迪已經不會用英文思考,而是可以用中文思考,只有需要用到行銷專有名詞時才會改用英語。但他也坦言他講中文遇到的困難是,他還沒學會怎麼用比較「委婉」的方式溝通。例如,他會很直接地說「你可以如何...嗎?」而不會說「可以麻煩你..」「可以拜託你...」等等詞彙,因為他還無法妥善運用敬語詞。

Sedangkan untuk berpikir, Adi tidak bisa lagi berpikir dalam bahasa Inggris, tetapi bisa berpikir dalam bahasa Mandarin, dan hanya menggunakan bahasa Inggris ketika dia membutuhkan kata benda untuk pemasaran. Tetapi dia juga mengakui bahwa kesulitan yang dia temui dalam berbicara bahasa Mandarin adalah karena dia tidak belajar bagaimana berkomunikasi dengan cara yang lebih “lembut”. Misalnya, dia akan langsung mengatakan “apakah anda bisa …?” Daripada mengatakan “Apakah saya  bisa merepotkanmu untuk…”, atau “Dapatkah aku bertanya padamu tentang …” dan kosakata lainnya, karena dia masih tidak bisa menggunakan kata-kata yang lebih menghormati lawan bicara dengan benar.

曾在新加坡大學留學、實習,並且來台灣交換後畢業工作的影音創作者印度王子阿迪,經常在開設的Youtube頻道上分享來台的經驗,以真誠的角度詮釋印度、新加坡和台灣的文化差異。

Pangeran Adi berasal dari India, seorang pencipta konten audio-visual yang pernah belajar dan bekerja di Universitas Singapura, dan bekerja di Taiwan setelah lulus, sering berbagi pengalamannya di Taiwan melalui saluran Youtube, menafsirkan perbedaan budaya antara India, Singapura, dan Taiwan dari sudut pandang yang tulus.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close