菲籍船員思覺失調二審仍判無期 穩鵬號8死喋血案後續 | Awak Kapal Filipina Pengidap Skizofrenia Tetap Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup, Inilah Kelanjutan Kasus Wen Peng yang Memakan Korban 8 Orang

【文/中央社】屏東縣東港籍漁船穩鵬號民國108年海上喋血案,菲律賓籍船員思覺失調症發作,持刀追砍外籍船員,造成8死、2重傷,屏東地院去年判無期徒刑,高雄高分院28日維持原判駁回上訴。

【Berita/CNA】Dalam kasus berdarah longliner Wen Peng yang terdaftar di Kotapraja Donggang Kabupaten Pingtung yang terjadi pada tahun 2019 lalu, penyakit skizofrenia seorang awak kapal asal Filipina kambuh dan menyebabkan ia membacok awak kapal lainnya hingga mengakibatkan 8 orang meninggal dan 2 orang mengalami luka berat. Pada tahun lalu Pengadilan Distrik Pingtung menjatuhinya hukuman seumur hidup dan pada tanggal 28 lalu Pengadilan Tinggi Cabang Kaohsiung mempertahankan keputusan tersebut dan menolak gugatan naik banding.

台灣屏東地方法院去年9月依殺人罪、殺人未遂及遺棄屍體罪等,判決逞凶的菲律賓籍船員傅倫達(Aurelio Arafiles Fronda)無期徒刑,褫奪公權終身,並於刑期執行完畢或赦免後驅逐出境;不過,傅倫達提起上訴,台灣高等法院高雄分院上午駁回上訴,但全案仍可上訴。

Pada bulan September tahun lalu Pengadilan Distrik Pingtung menjatuhi hukuman seumur hidup, penghapusan hak publik seumur hidup dan deportasi setelah masa hukuman berakhir kepada awak kapal asal Filipina yang bernama Aurelio Arafiles Fronda atas dasar kejahatan pembunuhan, pembunuhan tidak berhasil dan menelantarkan jasad. Namun Fronda mengajukan naik banding dan pada siang tadi Pengadilan Tinggi Cabang Kaohsiung menolak gugatan naik banding, namun tetap dapat mengajukan naik banding untuk keseluruhan kasus tersebut. 

屏東地院法官審理時發現傅倫達經高雄市立凱旋醫院鑑定,罹患「非特定思覺失調及其他精神病症」,行為時有心智缺陷而欠缺辨識能力情況,而屏安醫院鑑定報告也稱傅倫達行為時辨識能力顯著減低。

Dalam sidang, hakim Pengadilan Distrik Pingtung melihat bahwa pemeriksaan Rumah Sakit Kai-Syuan Kaohsiung menunjukkan kalau Fronda mengidap penyakit skizofrenia dan pada saat melakukan kejahatan ia mengalami gangguan jiwa sehingga tidak memiliki kapasitas untuk menilai tindakannya. Hasil pemeriksaan Rumah Sakit Ping-An juga menunjukkan bahwa saat kejadian kapasitas Fronda untuk menilai tindakannya jelas-jelas menurun. 

不過,屏院合議庭認為傅倫達未喪失辨識行為違法能力,僅是依辨識能力受妄想影響顯著降低,符合中華民國刑法減刑規定,判處無期徒刑。

Namun Pengadilan Musyawarah Majelis Hakim Pingtung menganggap bahwa Fronda tidak kehilangan kapasitas untuk menilai bahwa tindakannya melanggar hukum dan hanya kapasitas untuk menilai tindakannya saja yang jelas-jelas menurun karena pengaruh delusi. Kondisi ini memenuhi kriteria hukum pidana Taiwan dan oleh karena itu ia dijatuhi hukuman seumur hidup.

 

一審判決指出,穩鵬號陳姓船長108年2月搭載10名菲律賓船員、11名印尼籍船員連同台籍高姓輪機長及楊姓觀察員共24人,在印度洋模里西斯海域作業,但傅倫達罹患思覺失調症,妄想船上其他船員嫉妒他工作能力較佳、薪資較高,又幻想船上廚師在他的咖啡下毒等。

Putusan tingkat pertama menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2019 lalu kapten kapal Wen Peng bermarga Chen mengangkut total 24 orang yang mencakup 10 orang awak kapal asal Filipina, 11 orang awak kapal asal Indonesia, kepala teknisi bermarga Kao asal Taiwan serta petugas pengamat bermarga Yang untuk beroperasi di Laut Mauritius di Samudera Hindia. Namun karena penyakit skizofrenia Fronda kambuh, ia mengalami delusi dan menganggap awak kapal lain iri dengan kinerjanya yang lebih baik dan gajinya yang lebih tinggi, serta menganggap koki kapal menaruh racun di dalam kopinya.

傅倫達與其他菲籍漁工口角,追殺其他船員還割斷網具,不讓落海船員有獲救機會,惡性重大。傅倫達情緒失控後,持刀砍死2名菲籍漁工,並將其中1人棄屍大海,另有8名漁工跳海求生,2人獲救,6人失蹤(認定死亡)。

Fronda beradu mulut dengan awak kapal Filipina lainnya, memburu awak kapal lain bahkan memotong jala supaya awak kapal lain tidak dapat beroleh selamat, sungguh sangat kejam. Setelah Fronda mengalami gangguan emosi, ia membacok dua orang awak kapal Filipina dan membuang salah satu jasadnya ke laut. Delapan orang awak kapal lainnya melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, di antaranya dua orang diselamatkan dan enam orang tidak dapat ditemukan (dianggap meninggal).

當時船上陳姓船長、高姓輪機長、楊姓觀察員與3名外籍漁工躲船艙內,陳姓船長等人在船艙內想辦法逃生,後來發現友船「上豐3號」在附近,6人商量後跳海逃生獲救,其餘外籍船員也都跳海逃生。

Pada waktu itu kapten kapal Chen, kepala teknisi Kao, petugas pengamat Yang beserta 3 orang pekerja migran lainnya bersembunyi di dalam kapal. Saat kapten kapal Chen dan lainnya memikirkan cara untuk kabur, mereka menyadari kalau kapal “Shang Feng No. 3” sedang berada di sekitar mereka. Setelah berdiskusi, keenam orang tersebut melompat ke laut dan diselamatkan, dan awak kapal asing lainnya juga melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

海洋委員會海巡署接獲漁業電台通報後,出動「巡護八號」巡護船救援,海巡人員登船逮捕凶嫌並押解回高雄港。

Setelah Administrasi Penjaga Pantai (CGA) Taiwan menerima laporan, mereka mengendarai “Xun Huo No.8” untuk memberi pertolongan. Petugas kemudian naik ke kapal dan menangkap tersangka serta membawanya kembali ke Pelabuhan Kaohsiung.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close