籲保障23萬血汗家務移工!勞團:通過《家事服務法》刻不容緩 | Seruan untuk Lindungi 230 Ribu Pekerja Migran Rumah Tangga! Asosiasi Buruh: Legislasi “UU Pelayanan Rumah Tangga” tidak boleh Ditunda

響應國際婦女節,台灣移工聯盟、移工、民間團體,以及各界女性聚集在立法院前,訴求《家事服務法》盡速立法,保障家務移工的勞動權益!(圖/台灣國際勞工組織)
Seiring Hari Perempuan Internasional, Serikat Pekerja Migran Taiwan (MENT) bersama dengan kelompok pekerja migran lainnya dan kaum wanita dari berbagai kalangan berkumpul di depan Yuan Legislatif dan meminta untuk segera melegislasi “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” demi melindungi kepentingan pekerja migran di sektor rumah tangga. (Foto/ TIWA)

昨(8)日是國際婦女節,也是女性挺身爭取合理勞動條件的日子。台灣移工聯盟、移工、民間團體,以及各界女性聚集在立法院前,訴求《家事服務法》盡速立法,保障家務移工的勞動權益!

Kemarin (8) adalah Hari Perempuan Internasional dan juga merupakan hari di mana kaum wanita memperjuangkan kondisi kerja yang sesuai bagi mereka. Serikat Pekerja Migran Taiwan (MENT) bersama dengan kelompok pekerja migran lainnya dan kaum wanita dari berbagai kalangan berkumpul di depan Yuan Legislatif dan meminta untuk segera melegislasi “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” demi melindungi kepentingan pekerja migran di sektor rumah tangga. 

空喊保障女性,看不見23萬家務移工

Seruan hampa untuk melindungi kaum perempuan, namun 230 ribu orang pekerja migran rumah tangga tak kunjung terlihat

台灣政府早在2007年簽署《消除對婦女一切形式歧視公約》(CEDAW),宣示保障女性權益;2016年,台灣選出了第一位女性總統,並開始推動新南向政策。然而在台灣,至今仍然有超過23萬名來自東南亞的女性,在個別家戶當中勞動,卻不受到任何勞動法令保障,薪資只有遠低於基本工資的17,000元。

Pemerintah Taiwan telah menandatangani Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) pada tahun 2007 dan menyerukan untuk melindungi kepentingan kaum wanita. Pada tahun 2016, Taiwan telah memilih presiden wanita pertamanya dan mulai mendorong berjalannya Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Namun hingga saat ini di Taiwan masih ada lebih dari 230 ribu wanita asal Asia Tenggara yang bekerja di sektor rumah tangga tetapi belum mendapatkan perlindungan apapun dari undang-undang perburuhan dan mendapatkan gaji sebesar 17.000 NTD yang jauh di bawah UMR. 

根據勞動部在2020年1月發布的統計報告,家務移工的平均工時達10.4小時,只有11.4%的家務移工每周有休假,都沒有休假的家務移工高達34.4%。而實際上,家務移工在沒有勞動法令保障的情況下,可能必須24小時待命、3年都沒有休假,而且因為在封閉的場域中,更可能被指派做許可以外的工作,甚至容易遭受性侵害、性騷擾。以上問題,監察院也早在2014年就發布調查報告,要求勞動部與衛福部檢討改進。

Menurut laporan data statistik Menaker yang dirilis pada bulan Januari 2020, rata-rata jam kerja pekerja migran rumah tangga mencapai 10,4 jam. Hanya 11,4% pekerja migran rumah tangga yang memiliki liburan di setiap minggu, sedangkan pekerja migran yang tidak memiliki liburan mencapai 34,4%. Kenyataannya, di dalam situasi di mana pekerja migran rumah tangga tidak mendapatkan perlindungan dari undang-undang perburuhan, mereka mungkin harus bersiap-siaga selama 24 jam, tidak mendapatkan libur selama 3 tahun, dan karena berada di dalam lingkungan yang tertutup, mereka juga mungkin diutus untuk melakukan pekerjaan di luar izin, bahkan mungkin mengalami pemerkosaan dan pelecehan seksual. Masalah-masalah tersebut juga telah tertera dalam laporan yang dibuat oleh Yuan Kontrol pada tahun 2014 yang meminta Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk meninjau dan memperbaiki situasi tersebut. 

自1992年起引進的家務移工,在如此惡劣、無保障的勞動處境將近30年,承擔起台灣長照三分之一的需求,卻也在這將近30年間,被號稱要「保障女性權益」的政府視而不見!因此,台灣移工聯盟今日號召各界女性,包括法律界、醫界、新聞界、劇場界、學者、心理師、導演、仲介、新住民、理髮師等,一同在國際婦女節支持《家事服務法》,要求政府面對這個長期未解的問題!

Pekerja migran rumah tangga yang mulai didatangkan sejak tahun 1992 telah berada di dalam lingkungan kerja yang begitu kejam tanpa perlindungan hukum selama hampir 30 tahun. Mereka menanggung sepertiga dari kebutuhan perawatan jangka panjang Taiwan, namun dalam hampir 30 tahun tersebut mereka diabaikan oleh pemerintah yang menyebut diri sebagai “pelindung kepentingan kaum wanita”! Karena itu, MENT mengajak wanita dari berbagai kalangan yang mencakup bidang hukum, kedokteran, berita, pentas seni, pendidikan, psikologi, sutradara, agen, penduduk baru, penata rambut dan lain sebagainya untuk bersama-sama mendukung “UU Pelayanan Rumah Tangga” di Hari Perempuan Internasional dan meminta pemerintah untuk menanggapi masalah yang sudah lama terbengkalai ini!

響應國際婦女節,台灣移工聯盟、移工、民間團體,以及各界女性聚集在立法院前,訴求《家事服務法》盡速立法,保障家務移工的勞動權益!(圖/台灣國際勞工組織)
Seiring Hari Perempuan Internasional, Serikat Pekerja Migran Taiwan (MENT) bersama dengan kelompok pekerja migran lainnya dan kaum wanita dari berbagai kalangan berkumpul di depan Yuan Legislatif dan meminta untuk segera melegislasi “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” demi melindungi kepentingan pekerja migran di sektor rumah tangga. (Foto/ TIWA)

選前承諾,選後忘記!說好的《家事服務法》呢?

Janji sebelum pemilu dilupakan setelah terpilih! Di manakah “UU Pelayanan Rumah Tangga” yang sudah dijanjikan?

2003年,國策顧問劉俠的印尼籍看護工薇娜,因長期處在工時過長、缺乏休息的狀況下,導致產生幻覺並意外導致劉俠死亡。彼時與論嘩然,家務移工惡劣的勞動條件也首次受到關注。

Pada tahun 2003, pekerja perawat asal Indonesia milik penasihat kebijakan negara Liu Xia yang bernama Wina, karena lama bekerja dengan jam kerja yang terlalu panjang dan kekurangan istirahat, ia mengalami halusinasi dan tak sengaja menyebabkan Liu Xia meninggal. Hal tersebut menimbulkan kehebohan pada waktu itu, dan lingkungan kerja pekerja perawat yang miris untuk pertama kalinya mendapat perhatian publik. 

2004年10月,台灣移工聯盟首次向政府提出《家事服務法》草案,要求立法保障家務移工。然而,當時政府長照資源不足,幾乎沒有辦法提供任何替代人力的情況下,長照家庭強力反對立法,使得《家事服務法》在立法院中遭到冷凍。

Pada Bulan Oktober 2004, MENT mengajukan rancangan “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” kepada pemerintah dan meminta untuk melakukan legalisasi demi melindungi kepentingan yang bersangkutan. Namun karena sumber daya terkait perawatan jangka panjang yang dimiliki pemerintah kurang memadai dan hampir tidak bisa menyediakan tenaga kerja pengganti, hal ini mendapatkan protes keras dari keluarga yang memerlukan layanan perawatan jangka panjang dan “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” pun dibekukan oleh Yuan Legislatif.

2016年總統大選前,總統候選人蔡英文向工鬥團體承諾:「家事服務法一直沒有通過這件事情,我們試圖來做一下內部的整合,先把我們內部整合好了以後,再來看外面的,還有沒有其他比較需要處理的事情。總而言之這件事情我是很有感覺的,我們一定會有所處理。」

Sebelum pemilihan presiden pada tahun 2016, calon presiden Tsai Ing-Wen berjanji kepada kelompok pembela tenaga kerja dan berkata, “mengenai tidak lolosnya UU Pelayanan Rumah Tangga, kami akan coba lakukan integrasi internal terlebih dulu, setelah melakukan integrasi secara internal, baru kita lihat apakah bagian eksternal masih ada masalah yang perlu diselesaikan. Pokoknya saya menaruh simpati pada masalah ini, dan kami pasti akan menyelesaikannya”.

當時,台大社工系教授林萬億,也就是現在的政務委員也說:「我們主張,應該要立法來保障,不能用現在這樣,都是吵一下才會得到一點點的改善,這對外籍看護工是不公平的。」

Pada waktu itu, dosen Departemen Pekerjaan Sosial NTU Lin Wan-Yi yang kini menjabat sebagai menteri juga berkata, “kami menuntut untuk melakukan legalisasi hukum demi melindungi kepentingan yang bersangkutan. Tidak bisa harus ribut dulu baru ada sedikit perbaikan seperti sekarang. Ini sangatlah tidak adil bagi pekerja perawat asing”.

但五年過去了,《家事服務法》完全沒有任何進展!

Namun setelah 5 tahun berlalu, “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” sama sekali tidak mengalami kemajuan!

響應國際婦女節,台灣移工聯盟、移工、民間團體,以及各界女性聚集在立法院前,訴求《家事服務法》盡速立法,保障家務移工的勞動權益!(圖/台灣國際勞工組織)
Seiring Hari Perempuan Internasional, Serikat Pekerja Migran Taiwan (MENT) bersama dengan kelompok pekerja migran lainnya dan kaum wanita dari berbagai kalangan berkumpul di depan Yuan Legislatif dan meminta untuk segera melegislasi “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” demi melindungi kepentingan pekerja migran di sektor rumah tangga. (Foto/ TIWA)

反血汗、要長照!

Tolak pemerasan kerja, dukung perawatan jangka panjang!

2008年政府推動長照十年計畫,民進黨政府上台後「長照2.0」計畫接連推出。而在新冠疫情的緊逼之下,衛福部終於自2020年12月起,開放聘僱家務移工的家庭得以申請「喘息服務」(居家服務仍未開放)。在政府長照資源的緩步增長、社會對家務移工的理解漸增之下,我們認為,是時候讓雇主與移工擺脫「弱弱相殘」的處境!

Pada tahun 2008, pemerintah mulai menjalankan Program Perawatan Jangka Panjang 10 tahun, dan setelah Partai DPP berkuasa, mereka juga melanjutkan dengan Program Perawatan Jangka Panjang 2.0. Karena kondisi pandemi COVID-19, sejak Bulan Desember 2020 Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan juga memperbolehkan keluarga yang mempekerjakan PMA sektor rumah tangga untuk mengajukan “Layanan Istirahat” (layanan ke rumah masih belum dibuka). Seiring dengan bertambahnya sumber daya perawatan jangka panjang milik pemerintah, ditambah pemahaman masyarakat mengenai pekerja migran sektor rumah tangga juga semakin bertambah, kami merasa sudah saatnya majikan dan pekerja migran lepas dari kondisi “saling merugikan” ini!

短期而言,《家事服務法》的立法刻不容緩,因為這是遲來了二十多年、對於23萬名家務移工最基本的勞動保障。

Singkat kata, legislasi “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” tidak boleh ditunda lagi, karena ini merupakan perlindungan paling mendasar bagi 230 ribu orang pekerja migran rumah tangga yang sudah terlambat 20 tahun lamanya.

長期而言,現行的「個別家庭聘僱制度」必須落日,由政府提供更完善的長照服務,擴大政府長照的量能,讓長照家庭不再因為長照資源匱乏,而被迫聘僱家務移工,讓個別家庭承擔長照的責任。失能者受照顧是最基本的權利,政府責無旁貸!

Dalam jangka panjang, “Sistem Mempekerjakan bagi Setiap Rumah Tangga” yang berlaku saat ini harus dihapuskan. Pemerintah harus memberikan layanan perawatan jangka panjang yang semakin kondusif dan memperkuat kapasitas layanan yang ada, supaya keluarga yang memerlukan layanan tidak perlu terpaksa mempekerjakan pekerja migran rumah tangga karena kurangnya sumber daya dan harus menanggung beban perawatan jangka panjang sendiri. Mendapatkan perawatan adalah hak paling mendasar bagi kaum disabilitas, dan ini merupakan tanggung jawab pemerintah.  

在去年國際移工日的行動中,移工們已經宣示將重新把《家事服務法》送進立法院,而我們亦將在此新的立法院會期正式提案!我們在此強力訴求,行政院盡速推出政院版本,以利《家事服務法》的推動!

Dalam kegiatan Hari Pekerja Migran Internasional tahun lalu, para pekerja migran telah mendeklarasikan bahwa mereka akan kembali mengirim “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga” kepada Yuan Legislatif, dan kami akan mengajukan proposal secara resmi dalam rapat Yuan Legislatif yang baru ini! Di sini kami dengan sungguh-sungguh meminta Yuan Eksekutif untuk segera merancang rancangan versi Yuan Eksekutif, supaya dapat mendorong berjalannya “Undang-undang Pelayanan Rumah Tangga”. 

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close