母子毆打外籍看護謊報逃逸!判賠50萬餘元 | Ibu dan Anak Pukuli dan Sebut PMI Kabur! Putusan Hukum Mendenda Sebesar 500 Ribu Lebih

一名印尼籍家庭看護工指控遭江姓婦人與江婦2個兒子毆打,還謊報她逃逸導致工作許可遭廢止,提告索賠。士院認為江婦3人侵害看護健康權、工作權,應賠償50萬餘元。

Seorang pekerja migran perawat asal Indonesia menyebut ia dipukuli oleh Ibu bermarga Jiang dan kedua putranya. Mereka bahkan memberi laporan palsu bahwa ia kabur sehingga izin kerjanya dicabut. Sang PMI lantas menggugat dan meminta ganti rugi. Pengadilan Negeri Shilin menganggap Ibu Jiang dan kedua putranya telah melanggar hak kesehatan dan hak bekerja sang PMI sehingga harus mengganti kerugian sebesar 500 ribu lebih NTD.

看護工提起訴訟主張,她自民國105年4月起到江姓婦人台北市士林區的住處擔任看護,負責照料無法自理生活的江婦,江婦與2個兒子常以她工作表現不佳為由出手毆打,導致她多處挫瘀傷、橫紋肌溶解、下顎骨折。

Dalam gugatannya, PMI perawat menyebut bahwa ia menjadi perawat di kediaman Ibu Jiang di Distrik Shilin sejak bulan April 2016 dan bertugas merawat Ibu Jiang yang tidak bisa beraktivitas sendiri. Ibu Jiang dan kedua putranya sering memukulinya dengan alasan performa kerjanya tidak bagus dan menyebabkan ia mengalami memar pada banyak tempat, rhabdomyolysis, serta patah tulang rahang. 

看護工提到,因不堪遭毆打,於105年6月3日清晨從江婦4樓住處爬下樓向外求救,但江婦卻早在同年5月29日向仲介公司通報她逃逸,導致工作聘僱許可遭勞動部廢止,長達9個月無法工作。

PMI perawat mengatakan karena tak tahan dipukuli, pada tanggal 3 Juni 2016 ia memanjat turun dari kediaman Ibu Jiang di lantai 4 untuk meminta pertolongan. Namun Ibu Jiang justru telah lebih dulu melapor kepada kantor agen bahwa sang PMI kabur pada tanggal 29 Mei, sehingga izin kerjanya dicabut oleh Depnaker dan tidak dapat bekerja selama 9 bulan. 

士林地方法院承審法官勾稽全案事證,認定江婦等3人故意多次毆打看護工,不法侵害看護工健康權,並造成精神上的痛苦,應連帶賠償精神慰撫金。

Dengan berdasarkan bukti yang ada, hakim Pengadilan Negeri Shilin menganggap bahwa Ibu Jiang dan kedua putranya berkali-kali memukuli PMI perawat dengan sengaja sehingga telah melanggar hak kesehatan sang PMI perawat. Tindakan mereka juga telah mengakibatkan penderitaan mental, sehingga harus memberikan juga uang penghiburan mental. 

法官也認定,江婦謊報看護工逃逸,導致勞動部廢止工作許可,足使看護工被認為是「逃逸外勞」而貶損社會評價,已侵害看護工名譽權,且導致看護工長達9個月無法工作而受有損失,須賠償精神慰撫金與收入損失。

Hakim juga menyebut tindakan Ibu Jiang memberi laporan palsu mengenai kaburnya PMI dan menyebabkan izin kerjanya dicabut oleh Depnaker telah membuat PMI dianggap sebagai “pekerja migran kaburan” dan mendapat cap negatif dalam masyarakat. Hal ini telah melanggar hak nama baik dan telah menyebabkan kerugian PMI karena tidak dapat bekerja selama 9 bulan sehingga harus memberikan uang penghiburan mental dan kerugian pendapatan.   

看護工主張,每月薪資為新台幣1萬7000元,法官因此判決江婦等3人應賠償看護工9個月的薪資損失即15 萬3000元,另須賠償35萬元精神慰撫金,總計賠償50萬3000元。

PMI menuntut gaji setiap bulan sebesar 17 ribu NTD, sehingga hakim memutuskan bahwa Ibu Jiang beserta kedua putranya harus mengganti kerugian gaji PMI selama 9 bulan sebesar 153 ribu NTD serta memberi uang penghiburan mental sebesar 350 ribu, sehingga total ganti rugi adalah sebesar 503 ribu NTD. 

此外,看護工還主張,江婦等3人未提供正常三餐飲食及新鮮食物,還沒收她的手機,小兒子甚至對她毛手毛腳,但法官認為,看護工無法舉證證明,此部分求償無據。全案可上訴。

Selain itu, PMI perawat juga menuntut Ibu Jiang dan kedua putranya tidak memberikan makanan 3 kali sehari dan makanan segar, mereka juga menyita hp-nya dan putra kedua bahkan melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Namun karena PMI perawat tidak dapat memberikan bukti, untuk bagian ini hakim memutus tidak perlu mengganti rugi karena bukti tidak cukup, namun untuk keseluruhan kasus masih dapat mengajukan naik banding. 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close