罹癌越南阿嬤因疫情受困台灣 移民署母親節前夕助圓夢返家 | Nenek Vietnam Pengidap Kanker Tertahan di Taiwan karena Pandemi, Badan Imigrasi Beri Bantuan, Wujudkan Mimpi Pulang ke Rumah Menjelang Hari Ibu

(圖/移民署提供)
(Foto/ kontribusi Badan Imigrasi)

移民署南區事務大隊高雄市專勤隊於日前受理1名越南籍逾期在臺人士自行到案,經詢問了解發現這位逾期的越南阿嬤罹患癌症,身上有顆16公分大的惡性腫瘤,卻由於疫情影響班機減少及護照遺失等原因遲遲無法離境。專勤隊透過多方管道聯繫協助下,終於能讓阿嬤在母親節前夕安心返國治療與家人團圓。

Sebelumnya Brigade Operasi Khusus Kaohsiung di bawah Tim Urusan Daerah Selatan Badan Imigrasi menerima laporan menyerahkan diri dari seorang warga Vietnam yang tinggal melebihi batas waktu. Setelah ditanya, diketahui bahwa Nenek asal Vietnam yang tinggal melebihi batas waktu tersebut mengidap kanker, dan di dalam tubuhnya terdapat tumor ganas sebesar 16 cm. Karena pandemi yang menyebabkan jumlah penerbangan dibatasi ditambah lagi paspornya hilang, ia jadi tidak bisa keluar dari Taiwan. Dengan dibantu oleh Brigade Operasi Khusus yang menghubungi berbagai pihak, akhirnya mereka dapat membantu Nenek Vietnam untuk pulang berobat dan berkumpul bersama keluarganya sebelum Hari Ibu. 

這名近60歲阿嬤是阿莊的母親,阿莊從越南嫁來臺灣20幾年,因丈夫家暴、酗酒及賭博等原因,無奈離婚單親扶養4個小孩,直到10年前阿莊父母來臺幫忙看顧年幼孫子,全家人靠著阿莊打臨時工薪水勉強過活。

Nenek yang berusia hampir 60 tahun tersebut adalah Ibu Azhuang. Azhuang sudah datang menikah ke Taiwan selama 20 tahun lebih. Karena suaminya melakukan KDRT, minum-minum serta berjudi, ia terpaksa bercerai dan merawat 4 orang anak seorang diri hingga akhirnya pada 10 tahun yang lalu orang tua Azhuang datang ke Taiwan dan membantunya merawat cucu yang masih kecil. Keluarga tersebut bertahan hidup dengan mengandalkan gaji kerja sambilan Azhuang.

後來先是阿莊父親在臺罹癌過世,生前回越南的願望無法實現;阿莊母親近期也覺得身體不適,就醫後才發現罹患了卵巢癌,身上竟有顆16公分大的腫瘤。原來是因為母親不想增加女兒負擔,強忍身體不舒服多年,直到身體疼痛得受不了才告訴女兒,因此延誤了就醫時機。

Pertama-tama Ayah Azhuang meninggal di Taiwan karena mengidap kanker dan ia tidak dapat mewujudkan mimpinya untuk pulang ke Vietnam. Kemudian akhir-akhir ini Ibu Azhuang juga merasa kondisi tubuhnya kurang bagus, dan setelah diperiksa barulah diketahui kalau dirinya mengidap kanker ovarium dan di dalam tubuhnya terdapat tumor ganas sebesar 16 cm. Karena sang Ibu tidak ingin menambah beban anaknya, ia menahan sakit tubuhnya selama bertahun-tahun hingga akhirnya karena tidak tahan, barulah ia memberi tahu anaknya, namun telah melewatkan waktu untuk melakukan pengobatan.

(圖/移民署提供)
(Foto/ kontribusi Badan Imigrasi)

阿莊說,為了支付母親在臺自費開刀住院花費的10多萬元,已經花掉所有積蓄,還要到處借錢;又遇到疫情班機減少及護照遺失等原因無法立即搭乘包機離境,還好有專勤隊幹員積極協助辦理旅行文件,並聯繫轉介屏東縣悟善行願協會協助,該協會訪視後提供支付醫藥費的急難救助金,才讓阿莊母親在母親節前夕順利搭乘飛機,安心返回越南治病,一圓思念已久的返家夢!

Azhuang berkata, demi membiayai operasi dan biaya tinggal di rumah sakit untuk ibunya di Taiwan sebesar 100 ribu lebih, ia sudah menghabiskan hampir semua tabungannya, bahkan harus meminjam uang ke berbagai tempat. Dikarenakan pandemi sehingga jumlah penerbangan dibatasi serta paspor hilang, mereka juga tidak bisa segera menaiki pesawat khusus untuk pulang. Untungnya ada anggota Brigade Operasi Khusus yang membantu menyiapkan dokumen perjalanan serta menghubungi Asosiasi Amal Wushan Kabupaten Pingtung untuk memberi bantuan. Setelah mengunjungi mereka, Asosiasi tersebut memberikan uang bantuan bencana untuk membiayai pengobatan, barulah Ibu Azhuang dapat menaiki pesawat untuk pulang berobat ke Vietnam sebelum Hari Ibu dan mewujudkan mimpi pulang kampung yang sudah lama dirindukannya.

阿莊在專勤隊幹員的陪同下,以視訊告訴返回越南的母親醫藥費已結清,阿莊母親得知後止不住淚水,不斷感謝臺灣移民官的積極協助,直呼:「臺灣移民官真的揪甘心!」

Dengan ditemani oleh Brigade Operasi Khusus, Azhuang memberi tahu ibunya lewat video call kalau biaya pengobatannya sudah dilunasi. Mengetahui hal tersebut, Ibu Azhuang dengan berlinangan air mata terus berterima kasih atas bantuan petugas imigrasi Taiwan dan berkata, “petugas imigrasi Taiwan sungguh baik hati!”

(圖/移民署提供)
(Foto/ kontribusi Badan Imigrasi)

高雄市專勤隊隊長趙志成表示,為防堵新冠肺炎疫情破口、降低逾期滯臺人數,移民署鼓勵在臺逾期停、居留人士自行到案,並於防疫期間針對外來人口執行衛教工作,協助他們安心返國。趙志成表示,若有急難救助等情形,專勤隊第一線執勤人員亦將主動關懷、了解其處境及發掘問題狀況,並提供轉介及輔導等即時協助,俾利儘速返回母國。

Kepala Brigade Operasi Khusus Kaohsiung Zhao Zicheng mengatakan, untuk mencegah terjadinya celah dalam pencegahan pandemi dan mengurangi jumlah orang yang tinggal di Taiwan melebihi batas waktu, Badan Imigrasi menganjurkan orang yang tinggal melebihi batas waktu untuk melaporkan diri serta memberi edukasi kesehatan kepada orang asing selama masa pandemi dan membantu mereka untuk pulang kampung dengan tenang. Zhao Zicheng mengatakan, bila ada kondisi memerlukan bantuan bencana, anggota Brigade Operasi Khusus juga akan langsung memberikan perhatian, memahami situasi dan menelusuri letak masalah, dan menyediakan bantuan seperti memberi rekomendasi ataupun pembinaan, supaya dapat membantu mereka pulang kampung secepatnya. 

(圖/移民署提供)
(Foto/ kontribusi Badan Imigrasi)
Tags

Related Articles

Back to top button
Close