透過電影訴說自己的生命經驗!新住民打開心房大聊在台甘苦 (下) | Ceritakan Pengalaman Hidup Lewat Film! Penduduk Baru Angkat Bicara Soal Susah Senang di Taiwan (2)

桃園市新住民文化會館舉辦「新住民、新二代、移工影像工作坊」,找來曾入圍坎城影展的新二代導演鄒隆娜授課。(圖/新住民文化會館提供)
Pusat Kebudayaan Penduduk Baru Kota Taoyuan mengadakan kelas bertajuk “Penduduk Baru, Generasi Kedua, Studio Film Pekerja Migran” . Acara tersebut mengundang sutradara penduduk baru Profesor Zou Longna yang pernah mendapat nominasi dalam Cannes Film Festival. ( Foto/ kontribusi Pusat Kebudayaan Penduduk Baru)

Penduduk Baru)此外,在《青梅的手》中,有一段描繪到青梅與娘家人講電話時,被家人詢問到是否需要寄錢給青梅,青梅則推辭說「不用啦,生活還可以」。這一段劇情安排試圖扭轉許多人對新住民姐妹「家境較窮困」、「需要寄錢回娘家」的刻板印象。

Selain itu, di dalam “Tangan Ching Mei” terdapat sebuah adegan di mana saat Ching Mei menelepon keluarganya dan ditanyai apakah mereka perlu mengirim uang kepada Ching Mei, ia menjawab, “Tidak usah, masih bisa hidup”. Adegan ini mencoba membantah prasangka kebanyakan orang bahwa “rumah keluarga saudari penduduk baru lebih miskin” dan “harus mengirim uang kepada keluarga”.

現場多名姐妹都有感而發的表示,有曾經被台灣人詢問「一個月要寄多少錢回家」的經驗。一名在場新住民就指出,許多人以為新住民「來台後生活就會更好」,卻忽略很多新住民嫁給的對象是弱勢族群,夫家是需要姐妹辛勤工作支撐家計的。

Banyak saudari yang hadir tergerak dan mengungkapkan bahwa mereka pernah ditanya oleh orang Taiwan mengenai “harus mengirim berapa banyak uang ke rumah setiap bulannya”.  Salah seorang penduduk baru mengatakan bahwa banyak orang yang mengira penduduk baru “akan memiliki hidup yang lebih baik setelah datang ke Taiwan”, namun mengabaikan kenyataan bahwa banyak pengantin penduduk baru yang menikah dengan kaum lemah, dan para saudari bahkan perlu bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarga suami.

桃園市新住民文化會館舉辦「新住民、新二代、移工影像工作坊」,找來曾入圍坎城影展的新二代導演鄒隆娜授課。(圖/新住民文化會館提供)
Pusat Kebudayaan Penduduk Baru Kota Taoyuan mengadakan kelas bertajuk “Penduduk Baru, Generasi Kedua, Studio Film Pekerja Migran” . Acara tersebut mengundang sutradara penduduk baru Profesor Zou Longna yang pernah mendapat nominasi dalam Cannes Film Festival. ( Foto/ kontribusi Pusat Kebudayaan Penduduk Baru)

一名越南籍新住民也表示,自己其實家境優渥,嫁來台灣後卻曾聽聞丈夫好友問到「花多少錢買的妻子」,讓她十分不舒服,好在丈夫和婆婆都很挺自己。她鼓勵姐妹們:「別人可以瞧不起我們,但我們不能瞧不起自己」,一席話博得在場所有人拍手贊同。

Seorang penduduk baru asal Vietnam juga mengatakan bahwa sebenarnya kondisi keluarganya berkecukupan. Namun setelah menikah ke Taiwan ia pernah mendengar teman suaminya bertanya “bayar berapa banyak untuk membeli istri”. Hal ini membuatnya sangat tidak nyaman, tapi untungnya sang suami dan ibu mertuanya sangat melindunginya. Ia menyemangati saudari lainnya dan berkata ,”orang lain boleh meremehkan kita, tapi kita tidak boleh meremehkan diri sendiri”, dan kata-kata ini mendapatkan tepuk tangan meriah tanda setuju dari orang-orang yang hadir di sana. 

課程尾聲,主辦單位新住民文化會館的「新住民聯合服務中心」副執行長張瑜庭表示,今天的課程鼓勵姊妹們將許多不開心的過往說出來,相信在將這些故事掏出來的過程中,也會越來越好,並從中得到療癒。「最後一堂課會有成果發表會,無論大家影片有沒有拍完,希望都能一起參加,因為過程是最重要的」。

Di akhir kelas, Zhang Yuting, wakil “Pusat Pelayanan Terpadu Penduduk Baru” yang merupakan bagian dari Pusat Kebudayaan Penduduk Baru mengatakan bahwa kelas hari ini mendukung para saudari untuk menceritakan masa lalu mereka yang kurang menyenangkan. Ia percaya bahwa dengan diceritakannya kisah-kisah tersebut, mereka akan merasa lebih baik dan memperoleh penghiburan. “Kelas terakhir akan mengadakan pentas hasil karya. Tidak peduli apakah filmnya sudah selesai dibuat ataupun belum, semua orang diharapkan untuk ikut serta, karena yang terpenting adalah prosesnya”.

桃園市新住民文化會館舉辦「新住民、新二代、移工影像工作坊」,找來曾入圍坎城影展的新二代導演鄒隆娜授課。(圖/新住民文化會館提供)
Pusat Kebudayaan Penduduk Baru Kota Taoyuan mengadakan kelas bertajuk “Penduduk Baru, Generasi Kedua, Studio Film Pekerja Migran” . Acara tersebut mengundang sutradara penduduk baru Profesor Zou Longna yang pernah mendapat nominasi dalam Cannes Film Festival. ( Foto/ kontribusi Pusat Kebudayaan Penduduk Baru)

上一段:透過電影訴說自己的生命經驗!新住民打開心房大聊在台甘苦 (上) 

Baca sebelumnya: Ceritakan Pengalaman Hidup Lewat Film! Penduduk Baru Angkat Bicara Soal Susah Senang di Taiwan (1)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close