卸下移工身份的她是小說家!在台印尼籍看護感人故事(中) | Lepas dari Status PMI, Dia adalah Seorang Novelis! Kisah Haru Pekerja Perawat Indonesia di Taiwan(2)

隔著一個螢幕的相見,滿是對家人的思念 | Pertemuan yang Dibatasi Layar, Penuh akan Rasa Rindu terhadap Keluarga

 

2004年,Umy 回印尼結婚並生下一個小男孩,當孩子兩歲時,在金錢與家人的拉扯下,他決定前往身邊姊妹們工作的城市,香港。在香港工作的那五年, Umy 幫忙照顧一個從出生到五歲的孩子,而自己的親身孩子卻遠在印尼,僅能透過一個螢幕面板相見。

Pada tahun 2004, Umy kembali ke Indonesia untuk menikah dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika putranya berusia 2 tahun, setelah mempertimbangkan keuangan dan keluarganya, ia memutuskan untuk menuju ke kota di mana saudari dekatnya bekerja, yaitu Hongkong. Selama 5 tahun bekerja di Hongkong, Umy membantu merawat seorang anak dari lahir hingga berusia 5 tahun, sedangkan anak kandungnya sendiri masih berada di Indonesia dan mereka hanya bisa bertemu dengan dibatasi layar.

「在香港和兒子視訊的時候,他有時候會吃醋,認為我比較愛那個弟弟,而不是自己。」

“Pada waktu video call dengan putraku di Hongkong, terkadang dia merasa cemburu dan menganggap saya lebih menyayangi adik itu dan bukan dirinya.”

與家人的距離,是當時 Umy 最艱難的挑戰。在自己陪伴了別人家的孩子成長時,卻錯過了自己孩子長大的每一瞬間。

Jarak dengan keluarganya merupakan tantangan terbesar bagi Umy saat itu. Pada waktu dirinya menemani anak keluarga lain bertumbuh dewasa, ia harus melewatkan momen anaknya sendiri bertumbuh dewasa. 

在香港合約到期前一年,遠在印尼的爸爸生病了,Umy 匆匆的結束了香港的工作,回到印尼照顧爸爸,然而,爸爸看見 Umy 一個禮拜後,像是完成了最後的心願,離開了。

Di Hongkong pada waktu setahun sebelum kontrak kerjanya habis, ayahnya yang masih berada di Indonesia jatuh sakit. Umy segera menyelesaikan pekerjaannya di Hongkong dan kembali ke Indonesia untuk merawat ayahnya. Namun seminggu setelah berjumpa dengan Umy, ayahnya seperti telah terkabul permintaan terakhirnya dan kemudian pergi. 

告別了爸爸,Umy 重新整理自己,仍然決定繼續出國賺錢。但是與香港的孩子連結的感情,反而阻擋了他再次去香港工作的念頭,深怕自己陷入兩邊孩子的溫柔的拉扯,因此, Umy 選擇來到台灣。

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya, Umy merapikan dirinya dan lagi-lagi memutuskan untuk bekerja mencari uang ke luar negeri. Namun hubungan yang telah terbangun dengan anak di Hongkong justru menjadi penghalang niatnya untuk bekerja ke Hongkong lagi.  Ia takut dirinya terjebak di antara tarikan kedua anak. Karena itu, Umy memutuskan untuk datang ke Taiwan.

他將不同地方的生活經驗,結合喜歡書寫的興趣,在 2003 年出版了他的第一本著作《Genderang Cinta Nia(妮雅的愛鼓)》。(圖/One-Forty 提供)
Ia memadukan pengalaman hidup di berbagai tempat dengan hobi menulisnya dan mempublikasikan karya pertamanya yang berjudul “Genderang Cinta Nia” pada tahun 2003. (Foto/ Kontribusi One-Forty)

台灣是個安穩、溫柔的地方,如果能早點學會中文就好了 | Taiwan adalah Sebuah Tempat yang Tenang dan Ramah, Alangkah Baiknya Jika Bisa Lebih Cepat Pandai Berbahasa Mandarin

「台灣是個安穩、溫柔的地方,去哪裡都有安全感,而且去哪裡公車、火車都很準時,這樣就可以知道什麼時候出門。」

“Taiwan adalah sebuah tempat yang tenang dan ramah. Kemanapun saya selalu merasa aman, dan kemanapun bus dan kereta selalu tepat waktu. Dengan begini saya bisa tahu kapan harus keluar rumah.”

經歷了三個不同文化與生活的地方,Umy 用著順暢的中文這麼跟我們形容他眼中的台灣。

Setelah merasakan hidup di tiga tempat dengan budaya dan gaya hidup yang berbeda, Umy mendeskripsikan Taiwan yang ada dalam pandangan matanya kepada kami dengan menggunakan bahasa mandarin yang lancar.

在台灣十年的 Umy 儘管現在能夠說著流利的中文,但回想來台之初,因為語言差異所發生糗事,Umy 依然歷歷在目。

Umy yang telah tinggal di Taiwan selama 10 tahun, biarpun sekarang sudah bisa berbahasa mandarin dengan lancar, namun hal-hal lucu yang terjadi karena perbedaan bahasa pada waktu pertama datang ke Taiwan tetap meninggalkan kesan yang mendalam untuk Umy.

像是老闆曾經麻煩 Umy 幫忙拿「糖」,而 Umy 最後遞給老闆的卻是一碗「湯」。對於母語沒有聲調的 Umy 來說,不能辨別注音當中的一二三四聲,是他來台之初最困擾的事。我們平時輕易使用的語言,有可能會對一位初來台灣的移工,無法融入台灣生活的重要關鍵。

Seperti pernah majikannya meminta tolong Umy untuk mengambilkan 「糖」(tang), namun pada akhirnya Umy membawakan semangkok 「湯」(tang) untuk majikannya. Bagi Umy yang bahasa ibunya tidak memiliki intonasi nada, tidak bisa membedakan suara 1, 2, 3, 4 pada Zhuyin adalah kesulitan terbesar yang dihadapinya saat pertama datang ke Taiwan. Bahasa yang biasa dapat kita gunakan dengan mudah, mungkin adalah kunci penting mengapa seorang pekerja migran yang baru datang ke Taiwan tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan.

與雇主的溝通問題,是許多移工來台最希望能夠改善的地方,儘管 Umy 因為工作繁忙而不能參與 One-Forty 的中文課,但他回想當年坐在北車的黑白格子當中時 ,看著我們到處尋找學生,他這麼形容 :

「對於我們這些渴望學習的人,One-Forty就像是水一樣,可以幫我們止渴。」

Kendala komunikasi dengan majikan adalah masalah yang paling ingin diselesaikan oleh banyak pekerja migran yang datang ke Taiwan. Meskipun Umy tidak dapat mengikuti kelas bahasa mandarin One-Forty karena kesibukan dalam pekerjaannya, tapi begitu mengingat dulu saat ia duduk di lantai kotak-kotak hitam putih di Stasiun Taipei dan melihat mereka yang mencari murid kemana-mana, ia lalu berkata,

“Bagi kami yang haus akan pengetahuan, One-Forty bagaikan air yang menghilangkam dahaga kami.”

__________

第一段:卸下移工身份的她是小說家!在台印尼籍看護感人故事(上) 

第三段:卸下移工身份的她是小說家!在台印尼籍看護感人故事(下) 

Bagian pertama: Lepas dari Status PMI, Dia adalah Seorang Novelis! Kisah Haru Pekerja Perawat Indonesia di Taiwan(1)

Bagian ketiga: Lepas dari Status PMI, Dia adalah Seorang Novelis! Kisah Haru Pekerja Perawat Indonesia di Taiwan(3)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close