疫情下凸顯移工人權問題 亞洲各國移工疫苗政策差在哪?| Masalah Hak Asasi Pekerja Migran Muncul Dalam Masa Pandemi, Beberapa Perbedaan Kebijakan Vaksin Untuk Pekerja Migran di Asia

移工(圖/檔案照)。Pekerja migran (Foto / Data Foto)

全球疫情肆虐,不少國家都有移工群體爆發疫情的事件,也讓移工糟糕的生活環境受到關注。從擔任照護工作的移工在高風險之社福機構工作、居住在狹小擁擠又缺乏衛生清潔的宿舍中,抑或是被各國政府排斥於疫苗施打對象及醫療資源之外的情形,都使移工在此次疫情中受到比其他族群更高的風險。

Pada situasi pandemi global, banyak kasus penularan pekerja migran secara berkelompok di beberapa negara, dan karena ini juga menarik perhatian mengenai lingkungan hidup pekerja migran yang kurang layak. Mulai dari perawat migran yang bekerja di panti kesejahteraan sosial yang beresiko tinggi, asrama yang padat dan sempit, serta kotor. Dan pemerintah dari berbagai negara menolak mereka menjadi target penyuntikan vaksin dan sumber daya medis, menyebabkan pekerja migran memiliki risiko yang lebih tinggi daripada kelompok lain dalam situasi pandemi ini.

聯合國一名官員就曾呼籲,亞洲各國應該積極幫移工施打疫苗,因為亞洲各國的移工總數佔世界百分之四十。台灣目前將在長照機構工作的社福移工列為第6位公費施打優先接種對象,並於4月開打,居家照顧長者的移工則不在優先施打範圍內。不過,由於台灣目前疫苗施打率低,再加上疫苗短缺,因此社福移工的施打也面臨停歇。

Seorang pejabat PBB pernah menyerukan agar negara-negara Asia aktif melakukan vaksin untuk para pekerja migran, karena negara Asia menyumbang 40% dari total pekerja migran dunia. Taiwan saat ini mencantumkan pekerja migran bidang kesejahteraan sosial yang bekerja di lembaga perawatan jangka panjang sebagai target vaksinasi keenam yang didanai publik, dan vaksinasi dimulai pada bulan April. Pekerja migran yang merawat orang tua di rumah tidak termasuk dalam urutan vaksinasi prioritas. Namun, karena tingkat pengiriman vaksin yang rendah di Taiwan saat ini, ditambah dengan kekurangan vaksin, penyuntikan vaksin bagi pekerja migran kesejahteraan sosial juga menghadapi hambatan.

新加坡在去年就因移工宿舍爆發大規模群聚而登上國際媒體頭條,全國30萬移工中就有超過15萬人驗出確診,佔全國確診數的9成。海峽郵報指出,今年3月開始,新加坡擴大針對國內五大宿舍中尚未感染過的移工施打疫苗,截至五月已經有超過42,000名移工完成接種,佔該國總移工人口的13-15%。新加坡政府也承諾未來將漸進式把疫苗擴打到其他類移工上。

Singapura menjadi berita utama di media internasional tahun lalu karena merebaknya wabah berskala besar secara kelompok di asrama pekerja migran. Lebih dari 150.000 dari 300.000 pekerja migran secara nasional di diagnosis positif COVID-19, dan menduduki 90% dari kasus positif yang dikonfirmasi di negara itu. The Straits Post menunjukkan bahwa mulai Maret tahun ini, Singapura telah memperluas vaksinasi terhadap pekerja migran di lima asrama domestik terbesar yang belum terinfeksi COVID-19. Hingga Mei, lebih dari 42.000 pekerja migran telah menyelesaikan vaksinasi, ini merupakan 13%-15% dari total populasi migran negara itu. Pemerintah Singapura juga berjanji akan memperluas vaksin secara bertahap ke jenis pekerja migran lainnya di masa depan.

新加坡鄰國馬來西亞也曾爆發移工本土疫情,擁有300萬至500萬移工人口的馬國繼去年初對移工進行大搜捕之後,於今年4月宣布將開放國內難民及合法、非法移工施打疫苗。

Negara tetangga Singapura, Malaysia, juga pernah mengalami kasus epidemi pada  pekerja migran. Malaysia, dengan populasi 3 hingga 5 juta pekerja migran, mengumumkan pada April tahun ini bahwa mereka akan membuka vaksinasi untuk pengungsi domestik dan pekerja migran legal dan ilegal setelah besar -skala razia terhadap pekerja migran.

馬來西亞衛生部長指出,合法移工的疫苗施打將由雇主負責協助登記,至於逾期居留或不具證件的移工也可接種,計畫將於6月疫苗數量更充足時開放。

Menteri Kesehatan Malaysia menyatakan bahwa majikan akan bertanggung jawab atas pendaftaran vaksinasi bagi pekerja migran legal. Sedangkan untuk pekerja migran yang tinggal lewat masa ijin tinggal atau tidak berdokumen, vaksinasi juga tetap akan tersedia. Ini direncanakan akan dibuka pada Juni ketika jumlah vaksin lebih memadai.

韓國在開放疫苗施打之初就宣布所有外國居民包括合法或非法移工都可以接種疫苗,且申請程序與韓國民眾無異。韓國官員承諾,國內移工不論是否逾期居留,都可以安心接種或接受篩檢,並將不會因此被遣返。

Korea Selatan mengumumkan bahwa semua penduduk asing, termasuk pekerja migran legal atau ilegal, dapat divaksinasi pada awal penyuntikan vaksin, dan prosedur aplikasinya sama dengan orang lokal Korea. Pejabat Korea Selatan berjanji bahwa pekerja migran dapat divaksinasi atau melakukan tes dengan tenang terlepas dari apakah mereka telah overstay atau tidak, dan tidak akan dideportasi.

然根據韓國媒體報導,相關疫苗時程資訊缺乏,再加上韓國疫情爆發後對移工族群的防疫策略不斷改變,讓不少移工也擔憂會被疫苗計劃屏除在外。

Dan menurut laporan media Korea Selatan, kurangnya informasi jadwal vaksin yang relevan, ditambah dengan perubahan terus-menerus dalam strategi pencegahan epidemi bagi pekerja migran setelah wabah di Korea Selatan merebak luas, telah menyebabkan banyak pekerja migran khawatir bahwa mereka tidak akan diikut sertakan dalam program penyuntikan vaksin.

日本也提出類似的計畫,所有外籍人士都可以免費獲取疫苗,只要按照官方規定進行登記預約即可。日本目前分階段開放疫苗施打對象,預計在7月就將針對一般民眾開放,其中包括外籍人士。為了簡化外籍人士施打疫苗的過程,相關疫苗資訊和文件已經被翻譯為17國語言。

Jepang juga telah mengusulkan rencana serupa, semua orang asing bisa mendapatkan vaksin secara gratis, selama mereka mendaftar dan membuat janji sesuai dengan peraturan resmi. Jepang saat ini membuka target vaksin secara bertahap dan diharapkan dibuka untuk masyarakat umum pada bulan Juli, termasuk orang asing. Untuk menyederhanakan proses pemberian vaksin kepada orang asing, informasi dan dokumen vaksin yang relevant juga telah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa.

香港4月底則宣布針對所有移工進行強制性篩檢及強制施打疫苗的計畫,要求全市37萬移工施打疫苗,而要前往香港工作之外籍移工也須在申請工作簽證時提出施打疫苗的記錄。

Pada akhir April, Hong Kong mengumumkan rencana tes wajib dan vaksinasi wajib untuk semua pekerja migran, mengharuskan 370.000 pekerja migran di semua kota untuk divaksinasi, dan pekerja migran asing yang ingin bekerja di Hong Kong juga harus memiliki catatan riwayat vaksinasi.

不過,這項政策很快面對來自菲律賓、印尼政府及人權組織的撻伐,認為香港此舉對移工無疑是一種歧視,因為它將移工族群分離出來並貼上「高危險」的標籤,對市內其他白領工作者則沒有這類要求。

Namun, kebijakan ini segera mengundang serangan dari pemerintah Filipina dan Indonesia serta organisasi hak asasi manusia. Mereka percaya bahwa langkah Hong Kong merupakan bentuk diskriminasi terhadap pekerja migran, karena memisahkan pekerja migran dari kelompok lainnya dan melabelinya sebagai kelompok yang memiliki  “risiko tinggi.” Sedangkan tidak ada persyaratan seperti itu untuk pekerja umum lainnya di dalam kota.

香港隨後於五月中旬宣布暫緩實施移工強制施打疫苗的計畫,但仍堅持進行兩輪移工普篩,並呼籲移工自主篩檢。目前香港疫苗數量充足,足夠市民及移工族群施打。

Hong Kong kemudian mengumumkan pada pertengahan Mei bahwa mereka akan menunda pelaksanaan rencana vaksinasi wajib untuk pekerja migran, tetapi masih bersikeras untuk melakukan dua kali tes COVID-19 untuk pekerja migran dan menyerukan tes COVID-19 secara mandiri oleh pekerja migran. Saat ini, jumlah vaksin di Hong Kong sangatlah cukup untuk dipakai oleh warga lokal dan pekerja migran.
Tags

Related Articles

Back to top button
Close