苗栗縣府禁止移工外出惹議 移工團體:無法解決群聚問題 | Pemda Kabupaten Miaoli Larang PMA Keluar Timbulkan Kontroversi, Organisasi PMA: Tak Dapat Selesaikan Masalah Penularan Massal

苗栗縣禁止移工外出。(圖/翻攝自縣長臉書)
Kabupaten Miaoli larang pekerja migran bepergian. (Foto/ diambil dari FB bupati kabupaten)

苗栗縣長徐耀昌7日在官方臉書上發布「全縣移工禁止外出」貼文,表示移工除了上、下班需求以外不得外出,生活採買由專人統一負責、上下班也由專業單位或仲介安排接送,徐耀昌還在文中表示「這是不得不的決定,請移工朋友們忍一時之不便,共體時艱」。

Bupati Kabupaten Miaoli Xu Yao-Chang pada tanggal 7 mengumumkan dalam Facebooknya supaya “semua pekerja migran di kabupaten Miaoli dilarang untuk keluar”. Ini menandakan bahwa selain untuk pergi dan pulang kerja, pekerja migran dilarang bepergian. Belanja untuk keperluan sehari-hari akan diurus oleh orang khusus, dan pergi pulang kerja juga akan diantar-jemput oleh instansi khusus atau agen perantara. Xu Yao-Chang juga menyatakan dalam bahasa mandarin bahwa “ini adalah keputusan yang terpaksa, diharapkan teman-teman pekerja migran bersabar untuk ketidakpraktisan ini dan bersama-sama menghadapi kesulitan ini”.

貼文一出不少網友都在留言區痛批是雙重標準、針對移工族群,「所以防疫失敗就可以拿單一族群出來獵巫,這個政策擺明就是暗示台灣人群聚沒事,移工出來就是散播病毒的」、「請問縣長適用法源為何?為何可直接限制移工人身自由?」、「苗栗縣這樣搞真的是赤裸裸的種族歧視喔」、「自己防疫做的爛還怪到移工身上」、「搞得好像移工就會群聚,台灣人就不會群聚似的」。

Setelah posting tersebut beredar, banyak netizen yang berkomentar bahwa ini adalah standar ganda yang ditujukan terhadap kelompok pekerja migran. “Jadi setelah pencegahan pandemi gagal, kita bisa melakukan perburuan penyihir terhadap kelompok tertentu, kebijakan ini jelas-jelas menandakan bahwa tidak masalah bila penduduk Taiwan berkumpul, tapi bila pekerja migran keluar akan menularkan penyakit”, “tolong tanya, apa landasan hukum yang digunakan Pak Bupati? Kenapa boleh langsung membatasi kebebasan bergerak pekerja migran?”, “tindakan kabupaten Miaoli ini jelas-jelas diskriminasi ras”, “padahal gerakan pencegahan pandemi sendiri yang buruk, tapi menyalahkan pekerja migran”, “ini seolah-olah pekerja migran suka berkumpul, tapi orang Taiwan tidak akan melakukannya”.

台灣國際勞工協會(TIWA)的陳秀蓮研究員表示,苗栗縣疫情是「宿舍管理造成群聚」的問題,並非移工本身問題,且在工廠內除了外籍移工以外,也會有本國勞工一起工作,因此以防疫為理由去禁止移工進出宿舍,並沒有真的去解決最主要的群聚感染問題,而是「用限制移工行動自由去回應整個社會對於防疫的焦慮而已」。

Peneliti Chen Xiu-Lian dari Asosiasi Buruh Internasional Taiwan (TIWA) mengatakan bahwa pandemi di Kabupaten Miaoli disebabkan oleh masalah “penularan massal akibat manajemen asrama”, dan bukan salah pekerja migran sendiri. Lagipula di dalam pabrik, selain pekerja migran, juga ada pekerja lokal yang bekerja bersama, sehingga melarang pekerja migran keluar masuk asrama dengan alasan pencegahan pandemi belum menyelesaikan masalah utama yang menimbulkan penularan massal, tetapi hanya “menggunakan tindakan membatasi kebebasan bergerak pekerja migran untuk merespon kegelisahan masyarakat terhadap pencegahan pandemi”.

陳秀蓮也指出,這樣的做法並無法源依據,苗栗縣政府是變相對仲介和雇主施壓,讓他們去做強制把人關在某個場域的動作。「對外籍勞工而言,在防疫的狀況下他們不敢、也沒有條件去跟雇主或仲介探討法源問題」。

Chen Xiu-Lian juga mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki landasan hukum. Pemerintah kabupaten Miaoli sedang menekan agen dan majikan secara tidak langsung supaya mereka mengurung orang secara paksa di suatu tempat. “Bagi pekerja migran, dalam situasi pandemi ini mereka tidak berani dan juga tidak punya alasan untuk membicarakan soal landasan hukum dengan majikan atau agen”.

她表示,「這是一路以來對於外籍移工的某種管理手法,他(政府)其實知道這是有爭議的問題,但被問到的時候就會說罰的是雇主和仲介,沒有罰到移工,可是雇主和仲介會因此對移工做什麼他們也不管」。

Ia mengatakan  bahwa “ini adalah cara yang selalu dipakai untuk mengurus pekerja asing. Dia (pemerintah) sebenarnya tahu kalau ini adalah masalah yang menimbulkan kontroversi, tapi saat ditanya, dia akan berkata kalau yang dihukum adalah majikan dan agen, pekerja migran tidak akan dihukum. Tapi apa yang akan dilakukan majikan atau agen terhadap pekerja migran karena ini, mereka tidak peduli”.

她並指出,就算因疫情使用相關的傳染病特殊規定,「目前台灣防疫層級是三級,並沒有限制人外出,那為何可以限制移工?」

Ia juga menyebut meskipun karena pandemi sehingga memberlakukan aturan khusus mengenai penyakit menular,  “saat ini Taiwan sedang dalam kondisi siaga pandemi level 3, dan tidak membatasi orang untuk keluar, lalu kenapa boleh membatasi gerakan pekerja migran?”

Tags

Related Articles

Back to top button
Close