Ratusan PMA King Yuan Electronics Pindahan dalam Hujan! Kondisi Memilukan dan Terkena Penularan Klaster

(Foto/ Diambil dari Facebook)

Seiring pandemi COVID-19 di Taiwan semakin memanas, dari King Yuan Electronics (KYEC) muncul kabar bahwa pekerja migran pabrik terlibat penularan klaster dan positif COVID-19. Setelah itu juga muncul berita pengelolaan asrama yang kurang tepat dan kemudian pemerintah kabupaten Miaoli maju untuk membela dengan mengatakan bahwa ini disebabkan oleh pekerja migran yang positif COVID-19 tidak sempat untuk pindahan. Pemerintah sudah meminta untuk memberikan solusi, namun warga dan ormas kian mencemaskan letak solusinya di mana. Pada hari ini (23), pekerja migran KYEC diminta oleh Agensi Shenghua untuk pindahan dari Zhunan ke Zaoqiao di dalam hujan deras, dan foto situasi tersebut tersebar di internet.

Menurut postingan dari anggota parlemen kabupaten Miaoli Chen Pin-An, pada tanggal 22 malam ia menerima laporan bahwa ratusan pekerja migran diminta untuk pindahan pada waktu hujan deras. Namun karena koordinasinya kurang cepat, setelah pekerja migran diperintahkan untuk pindahan dalam hujan dan secara berkelompok, mereka tidak punya tempat tidur saat tiba di rumah baru, sehingga mereka hanya bisa tidur di lantai atau tertidur di lorong. Kondisinya sungguh memprihatinkan.

Dari dalam foto di atas dapat dilihat bahwa wajah-wajah pekerja migran terlihat lesu. Bahkan saat lapar pun, mereka hanya bisa mencari ruangan untuk makan di antara tumpukan barang dan koper. Mereka tidak punya tempat tidur, dan pada akhirnya hanya bisa menggelar karpet di atas lantai. “Sejak kemarin malam, Pin-An terus mengawasi KYEC dan Agensi Shenghua melalui Departemen Pengembangan Pemuda dan Tenaga Kerja. Saya meminta KYEC dan Agensi Shenghua untuk mengatasinya dengan baik dan berkomunikasi baik-baik dengan pekerja migran. Mereka tidak seharusnya karena ingin mengurangi kapasitas dalam asrama, dan justru membiarkan pekerja migran sekali lagi berkumpul selama pindahan. Bagaimana kalau sampai ada pekerja migran yang terkena penularan klaster dan positif COVID-19 lagi?

Hanya saja sampai saat ini, kondisi kacau dan klaster ini belum mengalami kemajuan. Di sini Pin-An sekali lagi meminta KYEC dan Agensi Shenghua untuk tidak memperburuk keadaan, dan segera berkomunikasi dengan pekerja migran untuk mewujudkan penurunan kapasitas asrama dan menjaga sahabat pekerja migran dengan baik”. Sekian isi dari postingan Ping-An.

Isi posting Facebook dari anggota parlemen Kabupaten Miaoli Chen Pin-An. (Foto/ diambil dari Facebook)

Anggota parlemen kabupaten Miaoli Zeng Wen-Xue juga memposting dan berkata, “Kemarin terjadi tidak sedikit masalah di asrama KYEC di Zhunan dan Zaoqiao. Hari ini juga belum nampak adanya perbaikan. Pabrik teknologi akan menurunkan kapasitas asrama. Namun mengenai apakah akan menambah asrama dan jika tidak, bagaimana cara menurunkan kepadatan asrama, sama sekali tidak diungkit di dalam laporan pemerintah kabupaten”.

苗栗縣今(23)日新增4例本土確診病例,4例為外籍移工,皆為6月初隔離於集中檢疫所,採一人一室隔離10到14天,皆無公共活動史,現於集中檢疫所隔離中,對於社區及工廠不會再產生影響。【記者賴正琳/綜合報導】

Pada hari ini (23) di Kabupaten Miaoli bertambah 4 kasus lokal, dan 4 kasus tersebut semuanya merupakan pekerja migran asing. Mereka semua dikarantina pada awal bulan Juni di tempat karantina terpusat dan ditempatkan 1 orang per kamar selama 10-14 hari. Mereka semua tidak punya histori kegiatan di tempat umum, dan pada saat ini tengah berada di tempat karantina terpusat, sehingga tidak akan memberi pengaruh kepada lingkungan pemukiman dan pabrik. 【Wartawan Liana Lai/ Laporan berita

(Foto/ diambil dari Facebook)
(Gambar/ Pemerintah Kabupaten Miaoli)
(Gambar/ Pemerintah Kabupaten Miaoli)

 

※Kami mengingatkan:

Untuk menghadapi pandemi COVID-19, Pusat Pengendalian Wabah Taiwan (CDC) terus memperkuat pengawasan pandemi dan kebijakan batas antarnegara. Bila orang asing setelah masuk Taiwan muncul gejala seperti demam, batuk dan lainnya, segera hubungi 1922, atau 0800-001922 dan ikuti petunjuk untuk segera kenakan masker dan pergi berobat. Segera beritahu histori perjalanan dan kontak Anda kepada dokter, supaya dapat melakukan diagnosa dan pelaporan secepatnya.

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close