PMA Wanita yang Tewas Ditelan Api Seperti Terlupakan, Didinginkan 3 hari Sebelum Punya Tugu Duka

Kebakaran di Gedung Qiao You menyebabkan 4 orang meninggal. Di antara korban, salah satunya adalah seorang BMI wanita yang terus ditempatkan di dalam lemari pendingin. Melalui upaya tim anggota DPR asal Kabupaten Changhua dari Partai Kekuatan Baru Wu Wei-Da, akhirnya setelah 3 hari tugu pemakaman didirikan. (kontribusi warga) Fax dari wartawan CNA Xiao Bo-Yang di Kabupaten Changhua pada tanggal 3 Juli 2021.

【Artikel/CNA】 Kebakaran di Gedung Qiao You menyebabkan 4 orang meninggal. Di antara korban, salah satunya adalah seorang BMI wanita yang terus ditempatkan di dalam lemari pendingin. Dibandingkan dengan korban lainnya, ia seperti dilupakan. Melalui upaya tim anggota DPR dari Kabupaten Changhua Wu Wei-Da, akhirnya setelah 3 hari tugu pemakaman didirikan supaya teman-teman pekerja migran dapat turut berbelasungkawa.

Gedung Qiao You di Changhua mengalami kebakaran pada tanggal 30 Juni malam. Kebakaran terus merambat dan hingga subuh hari berikutnya baru dapat dipadamkan. Kebakaran tersebut menewaskan 4 orang. Salah seorang di antara korban adalah buruh migran wanita asal Indonesia. Ketika masyarakat menaruh perhatian pada Chen Zhi-Fan, anggota tim pemadam kebakaran Kabupaten Changhua cabang daerah timur yang meninggal dalam tugasnya serta dua orang korban lainnya, BMI wanita ini seraya terlupakan dan begitu saja terbaring di dalam lemari pendingin, dan bahkan tidak memiliki tugu duka tempat orang dapat menyatakan bela sungkawa.

Setelah kebakaran terjadi, anggota DPR Kabupaten Changhua Wu Wei-Da terus memikirkan “apa yang bisa dilakukan, dan apakah ada yang terlupakan”. Ia menyadari bahwa ia tidak dapat menemukan informasi mengenai pekerja migran tersebut, dan setelah bertanya kepada banyak instansi pemerintah Kabupaten Changhua, mereka bahkan tidak tahu di mana jenazah korban ditempatkan. Setelah dua hari menghubungi pemilik rumah duka dan KDEI, akhirnya pada hari ketiga mereka berhasil mendirikan tugu duka untuknya.

Wu Wei-Da mengatakan bahwa BMI wanita tersebut datang dari jauh untuk bekerja di Taiwan, namun tewas karena kebakaran. “Saya pernah bersekolah ke luar negeri, dan saya dapat merasakannya bila saya mengalami kecelakaan di luar negeri, tapi terbaring kesepian di dalam lemari lemari pendingin. Jadi, waktu mencarinya saya sampai menangis”. Proses menghubungi jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Untung saja teman-teman dari berbagai bidang, organisasi keagamaan dan pemakaman juga membantu, dan akhirnya kejadian ini dapat diselesaikan dengan baik.

Pekerja perawat wanita berusia 40 tahunan tersebut merupakan subjek positif COVID-19 yang terdeteksi saat terjadi penularan di dalam suatu rumah sakit di Changhua. Setelah sembuh, ia diantar ke hotel karantina untuk menjalankan isolasi mandiri dari tanggal 29 Juni hingga 5 Juli, namun tak disangka kehilangan nyawanya dalam sebuah kebakaran. Wu Wei-Da mengatakan bahwa sang BMI merupakan warga Indonesia. Mempertimbangkan bahwa mungkin ia adalah penganut agama Islam, setelah mendapatkan surat persetujuan dari keluarganya, mereka akan mengangkut jenazah korban kembali ke Indonesia untuk dimakamkan di kampung halaman.

Selain membantu mengurus soal pemakaman pekerja migran, anggota parlemen Partai Kekuatan Baru Chen Shu-Hua dan Wu Wei-Da pada tanggal 3 mengadakan konferensi pers untuk membahas soal kebakaran karena berbagai faktor, kepentingan anggota pemadam kebakaran dan lainnya. Wu Wei-Da mengatakan bahwa dalam kebakaran kali ini, mereka menemukan bahwa lantai kosong di bawah hotel karantina tidak pernah dilakukan pengecekan fasilitas pemadam kebakaran. Dalam peraturan mengenai administrasi kondominium bagian administrasi gedung, tidak ditemukan peraturan yang dapat mengurus administrasi lantai yang kosong. Instansi yang berwenang juga tidak pernah melakukan pengecekan terhadap lantai yang ditelantarkan, sehingga secara tidak langsung menyebabkan celah dalam keamanan. Mereka meminta pemerintah pusat untuk segera merevisi hukum untuk memperbaikinya.

Wu Wei-Da mengatakan bahwa pembagian jumlah anggota pemadam kebakaran di Kabupaten Changhua selalu menjadi yang terbawah di seluruh negeri. Kekurangan tenaga pemadam kebakaran dalam jangka panjang menyebabkan kemampuan untuk mengatasi bencana dan memberi pertolongan tidak cukup. Ini juga menjadi kekurangan besar bagi kepentingan dan keselamatan pemadam kebakaran. Setelah hasil penyelidikan keluar, pihak yang berwenang akan mengeluarkan rencana untuk memperbaiki keadaan,  seperti pembaharuan fasilitas, penambahan anggaran dan jumlah orang serta perbaikan dalam pengaturan shift yang akan sepenuhnya mendukung anggota pemadam kebakaran. 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close