Pekerja Migran Ilegal Yang Dicurigai Positif COVID-19 Takut Berobat, Akhirnya Mendapatkan Pertolongan. Berikut Jalur Pertolongan Terkait

Alan (tengah) mencari bantuan dari Tim Tugas Khusus Kota Kaohsiung dan menyelesaikan tes COVID-19, kecurigaan terinfeksi telah dihapus, dan kembali ke rumah untuk merawat suaminya dengan lancar. (Foto/Tim Tugas Khusus Kaohsiung Departemen Imigrasi)

Baru-baru ini, tiga kasus yang dikonfirmasi di Rumah Sakit Wanfang, termasuk satu pasien dan dua pendamping pasien, mereka terinfeksi virus COVID-19 di rumah sakit. Setelah diselidiki, salah satu pendamping pasien adalah pekerja migran yang hilang kontak, ia yang merupakan perawat asing yang disewa secara pribadi oleh masyarakat. Jika ada pekerja migran yang hilang kontak dan khawatir terinfeksi, mohon mencari bantuan dan menghubungi tim khusus dari Departemen Imigrasi setempat sesegera mungkin.

Departemen Imigrasi telah meluncurkan “Program Tes dan Pencegahan Epidemi Penduduk Asing Dengan Tenang”, menekankan bahwa selama periode siaga ditingkatkan ke tingkat tiga, untuk pekerja migran asing, terlepas dari status legal atau ilegal, kehilangan kontak, atau tinggal melebihi izin tinggal, secara prinsip tidak akan ada laporan dan tidak ada pemulangan, ini dilakukan untuk mendorong pekerja migran yang memiliki gejala tidak perlu takut ditahan dan akhirnya menolak untuk mencari perawatan medis, karena dapat menunda jangka waktu emas untuk pencegahan pandemi.

Ada seorang pekerja migran ilegal Vietnam dari Kaohsiung yang datang ke Taiwan untuk bekerja dan mencari nafkah untuk biaya pengobatan suaminya yang menderita kanker di kampung halamannya. Baru-baru ini muncul gejala yang dicurigai COVID-19, tetapi dia takut akan ditangkap. . Kemudian, setelah seorang teman memberi tahu bahwa ada “Program Tes dan Pencegahan Epidemi Penduduk Asing Dengan Tenang”, dia meminta bantuan kepada Tim Tugas Khusus Kota Kaohsiung dan menyelesaikan pemeriksaan kesehatan, akhirnya ia dapat menghilangkan kecurigaan bahwa ia terinfeksi. Ia telah kembali ke rumah untuk merawat suaminya dengan lancar.

Kapten Tim Tugas Khusus Kota Kaohsiung, Zhao Zhicheng, mengatakan bahwa dalam program pencegahan pandemi yang akan terus diperkuat hingga tingkat siaga pandemi nasional tingkat tiga dicabut, segera lakukan pemeriksaan medis, dan mereka yang memenuhi kualifikasi program ini tidak akan dilakukan penyelidikan dan hukuman, maka mereka dapat dengan tenang melakukan pemeriksaan kesehatan ataupun menjalankan pengobatan.

Dilaporkan ada 3 kasus terkonfirmasi di RS Wanfang, 110 personel terkait, 1 anggota keluarga pendamping pasien dan perawat asing masing-masing terdiagnosis PCR positif. Sekarang RS Wanfang telah menjalankan perawatan medis untuk para pasien dan mengurangi kepadatan di dalam Rumah Sakit.

Kelompok masyarakat yang menyorot hak asasi pekerja migran, yaitu Asosiasi Buruh Internasional Taiwan (TIWA), juga menyerukan sikap terbuka untuk memasukkan mayoritas pekerja migran dalam kebijakan pencegahan pandemi. Sebenarnya, sebagian besar latar belakang pekerja migran yang ilegal / kehilangan kontak memiliki faktor permasalahan dengan sistem institusional. Kebanyakan dari mereka awalnya datang ke Taiwan dengan status legal. Selama kondisi pandemi, diharapakan untuk memberi perhatian para teman migran yang memiliki gejala yang dicurigai infeksi COVID-19 dapat pergi untuk mencari perawatan medis, dan bukan menyalahkan mereka.

※Ingat :

Menanggapi pandemi VOCI-19, Departemen Pengendalian Penyakit dan Wabah Menular terus memperkuat pengawasan dan tindakan pengendalian di perbatasan. Jika Anda mengalami demam, batuk, dan gejala tidak nyaman lainnya setelah masuk ke Taiwan, silakan hubungi hotline ” 1922 ” atau ” 0800-001922 ” dan pakai masker dan mencari perawatan medis sesegera mungkin sesuai instruksi. Pada saat yang bersamaan, inisiatif untuk memberi tahu dokter tentang riwayat perjalanan dan riwayat kontak untuk mempermudah diagnosis dan pelaporan dengan cepat.

 

 

 

 

 

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close