Perpindahan Lapangan Kerja Pekerja Migran Dibuka Lagi, Majikan Harus Menjadwalkan PCR Dalam 3 Hari Sebelum Perpindahan

(Foto/Pusat Komando Wabah)

Pusat Komando Wabah menyatakan hari ini (19) bahwa situasi pandemi domestik relatif stabil, dengan mempertimbangkan pengaturan yang tepat untuk tenaga kerja domestik dan kebutuhan usaha, maka perpindahan tempat kerja pekerja migran di majikan yang sama telah dibuka kembali terhitung mulai hari ini (20 Juli) . Perpanjangan kerja (yaitu majikan menugaskan pekerja migran untuk bekerja di tempat klien yang memiliki kontrak), mengingat mobilitas pekerja migran dan risiko infeksi yang tinggi, maka sementara masih belum dibuka kembali, dan ke depannya akan ditinjau sesuai dengan situasi pandemi.

Pusat Komando Wabah menyatakan, akhir-akhir ini karena mempertimbangkan kondisi pandemi dan kebutuhan usaha domestik secara keseluruhan, maka perpindahan lapangan kerja bagi para pekerja migran dibuka kembali mulai 20 Juli, majikan yang memenuhi syarat berikut, dapat memindahkan pekerja migran untuk berpindah tempat kerja selama lebih dari 60 hari dalam satu waktu, dan mereka yang tidak memiliki jangka waktu lebih dari 60 hari tetap tidak diperbolehkan untuk dipindahkan :

1. Mengatur pemeriksaan asam nukleat (yang disebut PCR) bagi pekerja migran, hasil PCR harus negatif : Bagi mereka yang perlu mengajukan izin transfer dari Kementerian Tenaga Kerja (seperti industri konstruksi), mereka harus mengatur tes PCR dalam waktu 3 hari sebelum tanggal aplikasi, dan hasil PCR harus negatif sebelum mereka dapat melamar ke Kementerian Tenaga Kerja. Untuk jenis pekerjaan lain yang tidak memerlukan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan, harus mengurus tes PCR bagi TKI paling lambat dalam kurun 3 hari sebelum hari penugasan, dan hasil PCR harus negatif dan dikirimkan ke otoritas tenaga kerja setempat untuk referensi.

2. Majikan harus menerapkan langkah-langkah pencegahan pandemi sesuai dengan pedoman: Jika seorang pekerja migran didiagnosis positif setelah PCR, majikan harus memenuhi tanggung jawab majikan dan mengikuti “Pedoman untuk Mempekerjakan Pekerja Migran dalam Tanggapan terhadap Infeksi Khusus Parah” dari Kementerian Tenaga Kerja. Dengan bekerja sama dengan unit kesehatan setempat untuk mengatur perawatan medis atau mengirim ke stasiun karantina terpusat untuk isolasi dan perawatan, dan melanjutkan perawatan sesuai dengan kasus yang dikonfirmasi dan pelepasan kondisi isolasi dan pengobatan.  Jika tes PCR pekerja migran negatif, majikan tetap harus mengikuti pedoman untuk melakukan pemantauan kesehatan harian pekerja migran dan mencatat jejak kaki atau pergerakan para pekerja migran.

Pusat Komando Wabah lebih lanjut menyatakan bahwa jika majikan menugaskan pekerja migran untuk mengubah tempat kerja untuk satu kali lebih dari 60 hari, jika pekerja migran tidak mengatur PCR dalam batas waktu yang ditentukan dari syarat tersebut di atas, dan tidak mengajukan permohonan ke Kementerian Tenaga Kerja atau mengirimkannya ke otoritas tenaga kerja setempat untuk referensi, maka sesuai dengan Pasal 57 Ayat 4 dan Pasal 68 Ayat 1 pada Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, akan dikenakan denda sebesar NT$30.000 hingga NT$150.000; jika terjadi lebih dari dua kali pelanggaran, izin kerja majikan akan dicabut dan jumlah pekerja migran yang dipekerjakan akan dibatasi. Di sisi lain, jika majikan mempercayakan agensi untuk merawat pekerja migran, jika agensi gagal melakukan tugasnya, maka agensi akan dikenakan denda NT$60.000 hingga NT$300.000 sesuai dengan pelanggaran terhadap “Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan”.

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close