Kapal Ikan Taiwan Ditemukan Mengangkut Pekerja Migran Ilegal, 7 Orang Tertular COVID-19 Departemen Perikanan Kenakan Denda Besar

Kepala Dinas Kesehatan Xu Yi-Lin menunjukkan bahwa selain melakukan desinfeksi pada waktu pertama, mereka juga menggunakan ambulans tingkat pencegahan pandemi untuk membawa mereka ke rumah sakit dan melakukan tes PCR. Semuanya merupakan tindakan pencegahan pandemi tingkat tinggi. (Foto/ CGA)

Pada tanggal 20, Administrasi Penjaga Pantai (CGA) menangkap sebuah kapal laut bernama “祥○” di laut lepas Tainan. Kapal tersebut mengangkut 8 orang pekerja migran ilegal, 6 orang di antaranya berasal dari Indonesia dan 2 orang berasal dari Vietnam. Setelah semua penumpang dites, di dalam 8 orang imigran gelap, hasil tes PCR dari 7 orang adalah positif dan hanya seorang pekerja nelayan asal Indonesia yang hasil tesnya negatif. Pada tanggal 21, Departemen Perikanan menyatakan akan memberi hukuman berat terhadap pemilik kapal dan kapten kapal dengan menghapuskan izin menangkap ikan dan sertifikat profesi kapten kapal.

Menurut kabar, kasus ini terjadi pada tanggal 20 sekitar jam 9 pagi. Saat itu di sekitar 30 mil laut dari lepas laut Anping, CGA menemukan sebuah kapal Taiwan yang dicurigai sebagai penyelundup gelap. Di atas kapal tersebut terdapat 3 awak kapal legal dan 8 orang pekerja migran ilegal, di antaranya terdapat 2 orang Taiwan dan 1 orang Indonesia, serta 8 orang pekerja migran ilegal yang bersiap-siap untuk masuk ke Taiwan. CGA menerima arahan dari Kejaksaan Negeri Tainan untuk menangani kasus tersebut, lalu menyita kapal dan membiarkan 8 orang yang yang dicurigai sebagai imigran gelap menjalani tes PCR. Hasilnya, hanya 1 orang Indonesia yang negatif, dan semua yang lainnya positif COVID-19. Pada tanggal 21, walikota Tainan Huang Wei-Zhe menganugerahkan penghargaan kepada CGA sebagai tanda terima kasih karena mereka sudah menghadang virus masuk.

Huang Wei-Zhe berkata, “sekuensi DNA dari hasil tes yang positif saat ini belum keluar, jadi tidak menutup kemungkinan adanya varian virus. Indonesia dan Vietnam adalah negara yang diserang oleh varian Delta. Kali ini 7 orang di antara 8 orang menunjukkan hasil tes positif, dan entah 1 orang lainnya akan berubah menjadi positif atau tidak. Awak lokal serta awal kapal yang negatif sudah ditempatkan di tempat karantina terpusat untuk dipantau selama 14 hari”.

“Kapal yang legal mengantar jemput 8 orang asing. Jujur saja, motivasinya tidak sederhana. Biarpun ingin menjadi pekerja migran, kalau persentase positif mereka begitu tinggi, tidak menutup kemungkinan akan menularkan penyakit kepada awak kapal lokal dan kapten kapal, atau menularkan kepada ikan-ikan yang tertangkap. Hal ini adalah sesuatu yang perlu dicegah. Orang lokal juga tidak seharusnya melakukan hal ini. Coba kalian pikirkan. Di antara 8 orang, ada 7 orang yang positif. Bila mereka masuk ke Taiwan, atau mereka melakukan pekerjaan menangkap ikan di atas kapal, sumber penularannya akan menyebar dan mereka akan menularkannya kepada awak kapal dan pekerja migran lainnya. Itu akan menjadi sebuah kasus penularan massal. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada CGA dan Kejaksaan Negeri Tainan karena mereka telah menghadang kemungkinan ini sebelum benar-benar terjadi,” ucap Huang Wei-Zhe dalam konferensi pers. 

Kepala Dinas Kesehatan Xu Yi-Lin menunjukkan bahwa selain melakukan desinfeksi pada waktu pertama, mereka juga menggunakan ambulans tingkat pencegahan pandemi untuk membawa mereka ke rumah sakit dan melakukan tes PCR. Semuanya merupakan tindakan pencegahan pandemi tingkat tinggi. Saat ini, ke-7 orang yang positif ditempatkan di ruang isolasi bertekanan negatif untuk diobati. Selain itu, 4 orang yang negatif ditempatkan di tempat karantina terpusat. Mereka akan terus mengamati dengan seksama perubahan yang terjadi, dan memperkuat kinerja pengawasan pantai, juga memperhatikan keselamatan rekan pengawas.

Pemilik kapal serta kapten kapal yang mengangkut pekerja migran ilegal akan diberi hukuman berat oleh Departemen Perikanan. Departemen Perikanan menyatakan bahwa selama masa pandemi, tindakan mengangkut orang asing secara ilegal merupakan tindakan yang melanggar hukum, sehingga mereka tidak akan diberi kelonggaran.

※ Kami mengingatkan:

Dikarenakan pandemi COVID-19, Pusat Pengendalian Wabah (CDC) terus memperkuat kontrol dan pengawasan pandemi serta kebijakan batas antar-negara. Bila setelah masuk ke Taiwan muncul gejala seperti demam, batuk dan lainnya, segera hubungi hotline 1922 atau 0800-001922 dan ikuti petunjuk untuk mengenakan masker dan segera pergi berobat, juga beritahu histori perjalanan dan kontak Anda kepada dokter supaya dapat segera dianalisis dan dilaporkan.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close