Pendaftaran Minat Vaksin Putaran Ke-4 Berakhir, Pekerja Migran Tanpa Dokumen dan Nelayan Lepas Pantai Masih Dalam Pengecualian

Ilustrasi vaksin di Taiwan (Foto/shutterstock)

Pendaftaran minat vaksin putaran ke-4 telah berakhir pada tanggal 29 Juli, Pusat Komando Wabah  menunjukkan bahwa pendaftaran ini juga dibuka untuk orang asing dan pekerja migran dengan nomor kartu asuransi kesehatan dan nomor izin tinggal (ARC) mereka, dan juga termasuk “orang asing yang tinggal secara sah tanpa kartu asuransi kesehatan” seperti orang RRC, Hong Kong dan warga Macau, atau warga negara yang tidak ada registrasi rumah tangga, dll, dengan ini semua orang asing yang belum mendaftar di ptutaran sebelumnya dapat mendaftar di putaran ini. Meskipun dibandingkan dengan yang terakhir kali, Pusat Komando Wabah membuat banyak perubahan untuk memasukkan lebih banyak orang asing di Taiwan, dan banyak masalah yang masih muncul dalam prosesnya, seperti kurangnya opsi dwibahasa di halaman pendaftaran, pendaftaran nelayan yang dikontrak dari luar negeri tidak dapat mendaftar, serta pekerja migran tanpa dokumen masih menghadapi masalah administrasi vaksin dan masih belum terpecahkan.

Pusat Komando Wabah membuka pendaftaran sehingga orang asing dapat menggunakan “nomor sertifikat terpadu (UI) ” ditambah dengan “nomor paspor” atau “nomor izin masuk-keluar” untuk pendaftaran minta vaksin putaran keempat, dan nelayan lepas pantai yang dikontrak di luar Taiwan termasuk tidak terdaftar dalam “Hukum Layanan Ketenagakerjaan”, maka mereka tidak memiliki izin tinggal atau kartu asuransi kesehatan, dan hanya paspor dan kartu pelaut.

Wang YingDa, Direktur Kantor Kebijakan Migrasi Asosiasi Layanan Rakyat Taoyuan, menyatakan di Facebook bahwa nelayan lepas pantai yang dikontrak di luar Taiwan masih tidak dapat mendaftar. Ia mengatakan bahwa ia mencoba untuk mendaftarkan nelayan kapal DaWang, tetapi terblokir pada langkah pertama karena ia harus memasukkan ID atau nomor izin tinggalnya sebelum dapat memasukkan nomor paspornya. Mereka tidak memiliki nomor izin tinggal (ARC) maka mereka tidak dapat menyelesaikan pendaftaran. Dia kemudian menambahkan bahwa tanpa memasukkan nomor izin tinggal, dan memilih pilihan “Orang Asing” di halaman tersebut, maka akan langsung muncul pesan error yang tetap meminta nomor ID.

Wartawan menelepon Departemen Perikanan untuk menanyakan perihal tersebut, dan jawaban yang didapat adalah bahwa informasi terkait apakah nelayan kontrak dari luar negeri dapat melakukan penyuntikan vaksin atau tidak masih belum diterima. Narahubung tersebut menunjukkan bahwa kebijakan Pusat Komando Wabah saat ini adalah meningkatkan perlindungan orang dalam negeri. Oleh karena itu, targetnya diutamakan untuk orang-orang yang “tinggal lama” di Taiwan. Nelayan lepas pantai yang tinggal lama di laut seharusnya tidak menjadi prioritas, namun mengenai apakah nelayan asing kontrakan ini masuk dalam daftar vaksinasi Pusat Komando Wabah atau tidak, Departemen Perikanan juga tidak mengetahui dengan jelas.

Ia juga menyatakan, mungkin masih sulit bagi nelayan luar negeri untuk melakukan vaksinasi, karena kapal penangkap ikan bekerja di laut dalam waktu yang lama. Masa tinggal nelayan di Taiwan maksimal selama 70 atau 80 hari dalam setahun. Maka untuk penyuntikan vaksin dosis kedua akan menjadi masalah. Dan tingkat pergantian nelayan lepas pantai ini tinggi dan waktu kerjanya tidak lama, dan pada umumnya sifat pekerjaannya berbeda dengan pekerja pabrik atau pekerja perawatan rumah tangga di Taiwan.

Selain itu, Walikota Taipei Ke WenZhe sebelumnya meminta pemerintah pusat untuk memberikan amnesti khusus kepada pekerja migran yang tidak berdokumen untuk divaksinasi, tetapi belum ada solusi untuk hal ini. Kelompok LSM pekerja migran terus menyerukan kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan situasi yang kurang menguntungkan dari pekerja migran tidak berdokumen, serta memasukkan mereka ke dalam jaringan pencegahan pandemi untuk menerima vaksinasi. Melindungi hak dan kepentingan pekerja migran tidak berdokumen berdasarkan prinsip “Tidak ditampung, Denda minimum, dan Dapat masuk ke Taiwan lagi”, dan bersama dengan para pekerja migran menerapkan konsep pencegahan pandemi di satu pulau yang sama.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close