Pandemi di Vietnam Memburuk! Pengusaha Taiwan Akan Diprioritaskan Dalam Daftar Vaksinasi

(Foto / diambil dari website Kemenkes Vietnam) 

Situasi pandemi COVID-19 di Vietnam semakin buruk, ribuan orang didiagnosis positif setiap hari. Menurut statistik dari Biro Kesehatan Vietnam, jumlah kasus baru yang dikonfirmasi pada tanggal 18 adalah 8.800, dan daerah setempat telah menutup 19 provinsi sejak 17 Juli. Menghadapi badai pandemi yang tak terbendung, pengusaha Taiwan di Vietnam banyak yang terkena dampaknya, dan kasus yang dikonfirmasi terus meningkat. Namun kabar baiknya adalah bahwa Kementerian Luar Negeri Taiwan pada tanggal 18 menyatakan bahwa pengusaha Taiwan yang berlokasi di kawasan industri penting atau daerah dengan kondisi infeksi parah di Vietnam telah terdaftar sebagai target vaksinasi prioritas oleh pemerintah setempat dan diharapkan dapat mendapat jaminan vaksinasi terlebih dahulu di Vietnam.

Menurut laporan oleh Kantor Berita Pusat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ou Jiang An mengatakan pada tanggal 18 bahwa karena terbatasnya jumlah vaksin yang diperoleh oleh pemerintah Vietnam dan proses penyuntikan vaksin yang tidak memuaskan di beberapa provinsi dan kota, banyak pengusaha Taiwan dan warga negara overseas Taiwan yang belum berhasil divaksinasi. Pada tanggal 4, Menteri Luar Negeri Wu Zhaoxie telah menginstruksikan Wakil Menteri Administrasi Tian Zhongguang untuk memanggil perwakilan Vietnam di Taiwan, Nguyen Ying-Yong, untuk menyampaikan keprihatinan pemerintah Taiwan, dan meminta Nguyen Ying-Yong mendesak pemerintah pusat Vietnam dan daerah provinsi serta kota Vietnam untuk mengatur agar pengusaha Taiwan dapat divaksinasi sesegera mungkin. Seperti yang diketahui, pemerintah Vietnam telah sepakat untuk membuka daftar nama perusahaan Taiwan untuk persiapan vaksinasi, namun jadwal pasti untuk vaksin masih belum diumumkan.

Dilaporkan bahwa lockdown di Vietnam telah mempengaruhi operasi pabrik di kota-kota manufaktur penting. Saat ini, lebih dari 80% pabrik terpaksa menghentikan operasinya. Banyak perusahaan Taiwan juga terpengaruh. Dalam menghadapi lockdown selama sebulan, banyak pabrik kecil industri tekstil yang tidak dapat menanggung dampak kerugian dan mengalami kebangkrutan. Menurut statistik dari Asosiasi Garmen dan Tekstil Vietnam (VITAS), di masa depan, akan ada sekitar 35% produsen tekstil dapat bangkrut karena wabah ini. Selain kerugian ekonomi, dilaporkan juga bahwa empat pengusaha Taiwan di Provinsi Binh Duong Vietnam telah meninggal dunia karena wabah tersebut. Ini mungkin alasan mengapa pemerintah Vietnam mulai memprioritaskan pengusaha Taiwan untuk vaksinasi.

 

Selain itu, dalam menanggapi situasi pandemi di Vietnam, pemerintah setempat sebenarnya sangat baik dalam mengendalikan situasi wabah COVID-19, bahkan bersama dengan negara-negara seperti Taiwan dan Australia, Vietnam dikenal sebagai “negara yang berprestasi untuk pencegahan pandemi”. Pada April tahun ini, jumlah kumulatif kasus yang dikonfirmasi masih di bawah 3.000. Hingga Mei, karena masuknya virus Delta di Vietnam, sampai pada tanggal 18 bulan ini, orang yang telah didiagnosis COVID-19 di Vietnam berjumlah total 302.101 orang.

Pembaca yang tertarik dengan rangkaian laporan di Asia, silahkan membaca laporan artikel terbaru “Taiwan Membuka Vaksiasi Moderna Untuk Muda-Mudi!  Jepang telah membuka vaksinasi sejak awal, hasilnya dapat dilihat disini“.

【Reporter Magang Xiao Shiying / Laporan komprehensif】

※Diingatkan:
Menanggapi pandemi COVID-19, Departemen Pengendalian Penyakit dan Wabah Menular terus memperkuat pengawasan dan tindakan pengendalian di perbatasan. Jika Anda mengalami demam, batuk, dan gejala tidak nyaman lainnya setelah masuk ke Taiwan, silakan hubungi hotline ” 1922 ” atau ” 0800-001922 ” dan pakai masker dan mencari perawatan medis sesegera mungkin sesuai instruksi. Pada saat yang bersamaan, inisiatif untuk memberi tahu dokter tentang riwayat perjalanan dan riwayat kontak untuk mempermudah diagnosis dan pelaporan dengan cepat.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close