Menilik Situasi Sulit PMA Kaburan di Jepang, “Along the Sea” akan Tayang Bulan September di Taiwan

Film Jepang “Along the Sea” menilik situasi sulit pekerja migran di Jepang. (Foto/E.X.N K.K./EVER ROLLING FILMS)

Film baru sutradara handal Jepang Akio Fujimoto pada tahun 2020 lalu yang berjudul “Along the Sea” memperlihatkan kehidupan berat pekerja migran kaburan yang bekerja secara ilegal serta berbagai situasi sulit yang nyata mereka hadapi. Film ini membawa topik masalah pekerja migran yang sering terabaikan ke atas layar lebar. Film ini akan ditayangkan pada tanggal 23 September dalam Festival Film Taipei. 

Menurut laporan The Japan Times, film Along the Sea bercerita tentang 3 orang pekerja migran Vietnam. Feng, Ru, An yang berasal dari Vietnam melintasi samudera untuk pergi ke Jepang. Begitu tiba, paspor mereka langsung disita oleh pemilik pabrik yang kejam. Lingkungan dengan jam kerja yang sangat tinggi membuat mereka memutuskan untuk kabur dan sejak saat itu mereka menjadi pekerja ilegal. Melalui perkenalan seorang agen Vietnam, mereka bertiga sampai di sebuah pabrik ikan di pinggir laut dan memulai hidup kerja paruh waktu yang baru. Majikan di situ memberi gaji yang lebih baik, namun permintaannya juga lebih tinggi. Ketiga orang tersebut saling bahu-membahu dan memulai hidup sebagai pekerja nelayan untuk membayar tempat tinggal dan hutang.

Namun hari-hari yang damai tidak datang begitu saja. Pada suatu hari, Feng tiba-tiba sakit perut. Karena tidak punya asuransi kesehatan, ia tidak berani pergi berobat. Akhirnya ia mendengar kabar mengenai sebuah klinik yang bisa mengobati pasien tanpa melihat kartu identitas, sehingga ia memulai perjalanan panjang dengan terus menukar bus untuk menuju klinik tersebut. Namun ia tetap ditolak secara halus oleh klinik tersebut karena tidak mempunyai kartu identitas. Feng kemudian menyadari bahwa dirinya hamil, dan ia menghadapi 2 pilihan yang sulit: melahirkan anak tersebut namun impiannya bekerja di Jepang akan pupus, atau mencari cara aborsi secara ilegal di luar rumah sakit.

Jepang merupakan negara dengan rata-rata usia penduduk tinggi dan juga merupakan negara dengan jumlah pekerja migran terbanyak ke-4 di seluruh dunia. Di antara 1,72 juta orang pekerja migran di Jepang, terdapat pekerja migran yang berasal Cina, Vietnam, Filipina dan lainnya yang bekerja di bidang pertanian, manufaktur, perawatan dan bahkan bidang jasa. Mereka sudah menjadi bagian dari masyarakat Jepang yang tidak dapat diabaikan. Namun mereka jarang menjadi perhatian media utama Jepang, dan juga jarang muncul dalam karya film. Berlanjut dari karya pertamanya berjudul Passage of Life yang menceritakan kisah imigran baru Vietnam dan memperoleh penghargaan di Festival Film Tokyo, Akio Fujimoto kembali menjadikan kisah pekerja migran yang ia dengar saat melakukan syuting acara NHK beserta pengalaman masa lalu istrinya yang merupakan keturunan Vietnam sebagai kisah dalam karya barunya yang nyata dan menarik ini.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close