Kerja Lintas Industri Buat Kepentingan Buruh Mundur 13 Tahun, Ucap PMI: Sangat Mengecewakan (2)

Organisasi tenaga kerja Indonesia GANAS COMMUNITY juga menyebut bahwa sangat sulit bila mau memenuhi aturan baru Kemenaker untuk berpindah industri. “Saat ini kebutuhan akan pekerja migran jenis rumah tangga sangat besar, dan pekerja migran jenis rumah tangga jarang memutuskan kontrak kerja, entah karena orang yang dirawat meninggal atau karena alasan lain yang dipaparkan oleh stasiun pelayanan kerja. Keputusan ini membuat kami semua sangat kecewa, tentu saja karena kondisi kerja pekerja rumah tangga saat ini gajinya lebih rendah dari standar minimum Taiwan, hak mengenai cuti juga hanya terbatas pada yang sudah disepakati saja, dan masih ada kepentingan lainnya yang belum terlindungi”.

Banyak pekerja migran juga mengutarakan ketidakpuasan dan berkata, “jika ada kebijakan yang menyangkut kepentingan orang lokal, pemerintah akan membuat keputusan dengan cepat. Namun saat menyangkut gaji minimum pekerja rumah tangga tidak ada suara sama sekali, dan biaya asuransi kami juga terus ikut naik”, “pekerja rumah tangga dilarang berganti menjadi pekerja pabrik, tapi sebenarnya majikan sering menjadikan orang yang dirawat masih sehat sebagai alasan dan meminta pekerja rumah tangga melakukan pekerjaan di luar yang ditetapkan, misalkan bekerja di perkebunan atau pabrik”, “sungguh mengecewakan”, “semoga gaji pekerja migran tangga dapat dinaikkan”, “kenapa tidak menanyakan pendapat kami saat membuat keputusan?”.

Organisasi pekerja migran MENT menyebutkan bahwa revisi peraturan ini bersumber dari ketidakpuasan majikan yang ditimbulkan karena masalah pekerja perawat ingin berganti pekerjaan di bawah situasi pandemi. Namun “mencuci pekerja” pada dasarnya merupakan sebuah masalah palsu, yang ditunjukkan oleh hal ini adalah masalah kurangnya persyaratan kerja pekerja perawat selama jangka panjang. MENT menunjukkan bahwa alasan mendasar mengapa ada pekerja perawat yang ingin “berpindah industri” menjadi pekerja pabrik adalah karena pekerja perawat sejauh ini belum dilindungi oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan, dan bahkan “Undang-Undang Pelayanan Keluarga” yang diusulkan oleh sektor swasta ini juga telah dibekukan selama bertahun-tahun. Ini mengakibatkan jam kerja yang tinggi (mungkin siaga 24 jam), upah rendah (gaji bulanan hanya 17.000 NTD), dan tidak ada liburan tetap (menurut data statistik dari Kemenaker, hanya 10% pekerja yang dapat mengambil liburan setiap minggu, dan ada orang tidak memiliki liburan selama kontrak tiga tahun), dan tidak ada asuransi tenaga kerja serta situasi perburuhan yang buruk lainnya. Situasi ini secara alami akan membuat pekerja perawat ingin beralih bekerja di pabrik yang dimana akan dijamin oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan Taiwan.

MENT mengkritik Kemenaker menggunakan melindungi kebutuhan keluarga majikan yang kurang beruntung sebagai alasan dan menggunakan metode “penahanan” untuk memaksa pekerja perawat untuk tinggal di lingkungan kerja yang tidak dilindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan. Pada saat yang sama, mereka menyembunyikan fakta bahwa pemerintah masih belum dapat menyediakan layanan perawatan jangka panjang yang menyeluruh. MENT mencontohkan, saat ini “larangan pindah kerja lintas industri” tidak hanya melanggar hak-hak pekerja migran, tetapi juga menghalangi pemerintah untuk menghadapi kenyataan bahwa layanan perawatan jangka panjang tidak mencukupi dan pemerintah tidak menjalankan tanggung jawab dengan baik. Mempersulit pekerja migran sama dengan menghambat terbangunnya sistem perawatan jangka panjang.

Menghadapi kritik organisasi tenaga kerja, sebelumnya Xue Jian-Zhong telah merespon dengan menunjukkan bahwa sebelum datang ke Taiwan, pekerja migran telah mengetahui isi pekerjaan dan menandatangani kontrak kerja. Bila tidak ada penyebab yang dapat dipersalahkan, maka mereka harus menjalaninya sesuai dengan isi kontrak. Karena itu, revisi hukum tersebut tidak bertentangan dengan kontrak kerja 3 tahun yang telah ditandatangani dari awal. Menghadapi revisi kali ini, pejabat Kemenaker juga menyatakan bahwa menimbang keahlian kerja yang dimiliki oleh orang asing, seharusnya memprioritaskan majikan dalam industri sejenis untuk melanjutkan perekrutan. Karena itu, isi peraturan tetap dipertahankan sama seperti waktu pemberitahuan. Menghadapi masalah persyaratan kerja pekerja perawat yang buruk selama jangka panjang, mereka tidak memberikan respon berarti.

Bagian 1: Larang Pekerja Migran Pindah Kerja Lintas Industri Buat Kepentingan Buruh Mundur 13 Tahun, Ucap PMI: Sangat Mengecewakan (1)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close