Pekerja Perawat Filipina Dipukul dan Dicaci Maki Kakek Berusia 90an, Putusan Pengadilan telah Ditentukan

Foto ilustrasi kekerasan fisik dan verbal. (bukan pihak bersangkutan, hanya foto ilustrasi/ shutterstock)

Kebanyakan pekerja perawat asing tinggal bersama majikan. Hal ini membuat mereka sering menjadi korban kekerasan fisik atau verbal dan pelecehan seksual. Seorang pekerja perawat asal Filipina datang bekerja ke kota Xinbei pada tahun 2018 untuk merawat kakek tua bermarga Tai yang berusia 90 tahunan. Namun ia berkali-kali dicaci maki serta mengalami kekerasan fisik. Pada akhirnya ia tidak tahan dan menggugat ke pengadilan. Pengilan Negeri Xinbei memutuskan bahwa Kakek Tai telah melukai dan melakukan pemaksaan, sehingga memberinya hukuman denda sebesar 7000 NTD. Putusan ini masih dapat naik banding. 

Pekerja perawat asal Filipina tersebut datang bekerja ke rumah majikan yang terletak di Distrik Zhonghe, Xinbei pada bulan Oktober 2018. Tak disangka, kakek bermarga Tai yang ia rawat memiliki emosi tinggi dan berkali-kali melakukan kekerasan terhadapnya. Pada suatu hari di bulan Februari 2019, sang kakek mengambil benda untuk memukul pekerja perawat dan kemudian menyiramnya dengan air. Pekerja perawat kemudian mengeluarkan ponsel dan bermaksud merekam untuk melindungi diri. Namun sang kakek tidak berhenti dan tidak hanya berbicara kasar untuk memarahinya, ia bahkan menggigit telapak tangan kiri pekerja perawat hingga berdarah dan berkata, “dasar anjing, tidak melayaniku baik-baik”. Setelah itu sang kakek memukulnya dan menjambak rambutnya selama beberapa menit.

Pekerja perawat tersebut mengatakan bahwa sejak ia datang bekerja ke rumah majikan pada tahun 2018, ia sudah berkali-kali dipukul oleh Kakek dan bahkan telah muncul perilaku pelecehan seksual seperti meraba payudara. Ia pernah mengajukan protes terhadap keluarga dan agen, namun keluarga kakek hanya meminta maaf dan meminta dia untuk bersabar Setelah itu masalah tersebut juga tidak ditindaklanjuti dan tindakan kekerasan Kakek Tai juga tidak membaik. Setelah terjadi kejadian di atas, pekerja perawat yang dijahati itu memutuskan untuk mengadu ke pengadilan supaya keadilan dapat ditegakkan.

Pembela Kakek Tai menyatakan bahwa tergugat telah sakit berkepanjangan sehingga kondisi tubuh dan mentalnya kurang baik. Meskipun pada hari kejadian tindakannya memang melewati batas, namun anggota keluarganya juga curiga bahwa sang pekerja perawat yang sudah bersiap-siap mau merekam telah merencanakan hal ini sebelumnya. Kakek Tai sendiri juga membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pekerja perawat tersebut “memang mau minta uang”.

Pembela Kakek Tai menyatakan bahwa pada hari kejadian tindakannya memang melewati batas, namun ia telah sakit berkepanjangan sehingga kondisi tubuh dan mentalnya kurang baik. Anggota keluarganya juga curiga bahwa sang pekerja perawat yang sudah bersiap-siap mau merekam telah merencanakan hal ini sebelumnya. Setelah menyelidikinya, Pengadilan Negeri Xinbei menyatakan bahwa Kakek Tai memang telah melukai dan melakukan pemaksaan. Namun mempertimbangkan bahwa usianya sudah lebih dari 80 tahun dan kemampuan kognitifnya juga sudah menurun, hukumannya diberi keringanan. Pada akhirnya, Kakek Tai dikenai hukuman denda sebesar 7000 NTD, dan putusan tersebut dapat naik banding. Sedangkan untuk tuntutan pekerja perawat mengenai pelecehan seksual, pengadilan menganggap tidak ada bukti kuat yang mendukung sehingga Kakek Tai diputuskan tidak bersalah.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close