Pandemi Mereda dan Kebijakan Batas Negara Dilonggarkan, Namun 10 Anak Pasangan Asing Pra-nikah Tetap Tidak Dapat Masuk

pelajar di bawah umur. (foto ilustrasi/ shutterstock)

Seiring dengan meredanya keadaan pandemi, CECC mengumumkan bahwa dimulai dari tanggal 13 pasangan asing dan anaknya yang di bawah umur dapat mengajukan visa ikut keluarga atau kunjungan keluarga selama kebijakan batas negara berlangsung, dan ini juga berlaku untuk pasangan asing Cina, Hongkong dan Macau. Namun “anak pernikahan sebelumnya” dari pasangan asing Cina tetap tidak termasuk di dalamnya sehingga total ada 10 anak dengan kondisi di atas yang belum dapat masuk ke Taiwan. Menanggapi hal tersebut, Dewan Urusan Daratan mengadakan konferensi pers pada tanggal 23 dan menyatakan akan menyesuaikan kebijakan batas negara secara berangsur dengan tujuan akhir penanganan yang sama rata.

Sejak tanggal 19 Mei, dengan mempertimbangkan pencegahan pandemi secara menyeluruh, Taiwan menghentikan izin bagi warga asing yang tidak memiliki ARC yang masih dalam masa berlaku untuk memasuki Taiwan. Bila orang asing memiliki keperluan mendesak seperti urusan pemakaman, menjenguk keluarga yang sakit dan menemani proses persalinan sehingga harus datang ke Taiwan, mereka harus memperoleh izin khusus dari CECC dulu baru bisa mengajukan izin masuk khusus kepada kedutaan. Setelah keadaan pandemi membaik, pada tanggal 13 bulan ini CECC mengumumkan bahwa karena keinginan warga untuk berkumpul dengan keluarga sangat tinggi, demi menjamin hak warga untuk berkumpul bersama keluarga, pasangan asing yang sudah menyelesaikan proses pernikahan dengan warga lokal beserta anak berkewarganegaraan asing dari warga lokal yang belum dewasa dapat mengajukan untuk masuk ke Taiwan di masa kebijakan batas negara diperketat ini.

Namun, berita menyebutkan bahwa kelonggaran kebijakan batas negara ini tidak mencakup anak pra-nikah dari pasangan asing. Ini menyebabkan 10 anak pra-nikah dari pasangan asing Cina yang dijuluki “Xiao Ming” tidak dapat kembali ke Taiwan karena tidak memiliki ARC. Kini mereka masih tertahan di Cina, terpisah dengan keluarga di Taiwan dan juga tidak dapat turut serta dalam tahun ajaran sekolah yang akan dimulai.

Dalam konferensi pers pada tanggal 23 Dewan Urusan Daratan mengakui kenyataan ini. Wakil kepala Li Li-Zhen menyebut bahwa pasangan asing, pasangan Cina, Hongkong dan Macau serta anaknya yang belum dewasa yang memiliki ARC dapat mengajukan untuk masuk ke Taiwan lewat izin dari Kementerian Pendidikan. Namun ia juga mengakui bahwa kebijakan kali ini memang belum mencakup anak pra-nikah dari pasangan asing serta pasangan Cina, Hongkong dan Macau. Wakil komandan CECC Chen Zong-Yen mengatakan bahwa anak yang dilahirkan pasangan Cina dari pernikahan sebelumnya merupakan “anak dari mantan suami”. Mereka bukan merupakan pasangan asing ataupun anak dari warga lokal sehingga tetap tidak termasuk dalam cakupan kebijakan kali ini.

Namun Li Li-Zhen menekankan bahwa saat ini kebijakan batas negara “sama rata bagi semua orang asing”. Di masa mendatang mereka juga akan menyesuaikan kebijakan batas negara secara berangsur berdasarkan situasi pandemi lokal dengan tujuan akhir penanganan yang sama rata.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close