Pendeta Belgia Melayani Taiwan Selama 26 Tahun Tanpa Pamrih, Departemen Imigrasi Memberikan Kartu Bunga Plum Sebagai Tanda Terima Kasih 

Stasiun Layanan Kabupaten Hsinchu dari Brigade Urusan Distrik Pusat, Departemen Imigrasi, Kementerian Dalam Negeri sebelum Festival Pertengahan Musim Gugur secara khusus melakukan  layanan mobile dan datang ke Desa Jianshi, Kabupaten Hsinchu, dan mengirim kartu bunga Plum yang melambangkan rasa terima kasih atas kontribusi khusus pendeta Belgia, Gao Liliang untuk melayani Taiwan dan suku-suku aborigin dengan penuh dedikasi tanpa pamrih dan berkhotbah selama 26 tahun. (Foto/Departemen Imigrasi) . 

Stasiun Layanan Kabupaten Hsinchu dari Brigade Urusan Distrik Pusat, Departemen Imigrasi, Kementerian Dalam Negeri sebelum Festival Pertengahan Musim Gugur secara khusus melakukan  layanan mobile dan datang ke Desa Jianshi, Kabupaten Hsinchu, dan mengirim kartu bunga Plum yang melambangkan rasa terima kasih atas kontribusi khusus pendeta Belgia, Gao Liliang untuk melayani Taiwan dan suku-suku aborigin dengan penuh dedikasi tanpa pamrih dan berkhotbah selama 26 tahun. Pendeta Gao mengambil kartu bunga Plum dengan gembira dan sangat tersentuh, serta berkata dengan penuh semangat, “Taiwan sudah menjadi kampung halaman saya, dan kadang-kadang saya pikir saya mencintai tanah ini lebih dari orang Taiwan sendiri! Saya juga sangat berterima kasih kepada Departemen Imigrasi karena telah mengirim kan hadiah yang sangat berarti ini sebelum Mid-Autumn Festival.

Pastor Gao, dari Belgia, datang ke Taiwan pada usia 30. Dia telah lama terlibat dalam pekerjaan misionaris untuk suku-suku asli / aborigin Kabupaten Hsinchu. Setiap minggu dia melakukan perjalanan bolak balik ke Zhudong, Tianpu dan Xiuluan untuk melayani penduduk asli dan kelompok Hakka, tapi dia tidak pernah merasa lelah. Pendeta Gao selalu merawat keluarga yang kurang beruntung dan panti jompo dan panti asuhan setempat. Dia mengatakan bahwa beberapa keluarga di sana membutuhkan perawatan dan bantuan masyarakat. Kelompok sosial akan memberikan dukungan keuangan agar mereka dapat bertahan hidup. Pendeta Gao akan mengenal lebih jauh ke dalam keluarga untuk mendengarkan isi hati keluarga melalui kunjungan nyata dan membagikan kasih dan berkat Tuhan, dan menjadi pilar penting di dalam hati mereka.

Pendeta Gao juga memberikan perhatian khusus pada pendidikan dan pembelajaran kaum muda. Dia mengatakan dengan penuh emosional bahwa anak-anak suku asli tidak memiliki lingkungan pendidikan yang baik, biasanya karena faktor keluarga atau ekonomi, dan agar mereka memahami pentingnya membaca, pendeta Gao tidak hanya mempromosikan pelajaran dalam rencana pasca-dukungan, kami tidak akan ragu untuk membawa anak-anak dari desa-desa terpencil bolak balik ke  sekolah. Perkemahan akan diadakan selama liburan musim dingin dan musim panas, sehingga para pemuda suku akan memiliki kesempatan belajar tanpa gangguan selama liburan.

Direktur Stasiun Layanan Kabupaten Hsinchu Huang Qingqin berkata bahwa Pendeta Gao telah lama berkhotbah tanpa pamrih di Taiwan dan telah banyak berkontribusi pada desa-desa terpencil dan suku-suku asli. Dia memenuhi kualifikasi Hukum Imigrasi dan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin tinggal permanen karena kontribusinya. Masa tinggalnya juga tidak terbatas, dengan ini juga memujinya atas  kontribusinya dan kerja kerasnya selama ini di Taiwan.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close