PMA Thailand Tewas karena KDRT, Asosiasi Amal Goodwill Adakan Pemakaman dan Terima Ucapan Terima Kasih dari Perwakilan Thailand

Asosiasi Amal Goodwill mengurus pemakaman pekerja migran Thailand dan menerima ucapan terima kasih dari perwakilan Thailand. (Foto/ kontribusi Asosiasi Amal Goodwill)

Di Taiwan terdapat hampir 700 ribu orang pekerja migran. Mereka mengarungi lautan untuk bekerja di tempat asing dan sering harus bersabar dengan persyaratan kerja yang buruk. Bila mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat asing, mungkin tidak akan ada orang yang bisa membantu mengurus masalah mereka yang berada di posisi lemah dari segi ekonomi. “Asosiasi Amal Goodwill” (Goodwill) Taiwan akhir-akhir ini membantu seorang pekerja migran Thailand yang meninggal karena kekerasan rumah tangga untuk mengurus pemakamannya sekaligus membantu putra almarhum yang terluka untuk berobat. Goodwill kemudian mendapatkan ucapan terima kasih dari kantor perwakilan Thailand.

Menurut Goodwill, almarhum merupakan seorang wanita Thailand berusia 54 tahun. Dulu ia tinggal bersama dengan pasangan yang sama-sama berasal dari Thailand di rumah di atas gunung dan bertugas membantu majikan merawat perkebunan. Putranya yang berusia 32 tahun merupakan pekerja migran kaburan dan bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup. Pada pertengahan bulan Agustus, wanita Thailand tersebut terluka parah setelah dipukuli oleh  pasangannya yang mabuk dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit. Di saat hampir bersamaan, putranya yang sedang menggunakan tangga untuk merapikan pohon di perkebunan terjatuh dari ketinggian. Ia mengabaikan kondisinya dan saat mengendarai motor hendak kembali ke rumah, ia mengalami kecelakaan sehingga ia patah tulang dan ligamen pergelangan tangan kirinya putus. Namun karena tidak memiliki kartu NHI dan uang, ia terus menahannya. Setelah kejadian, polisi yang bertugas segera menghubungi pusat urusan KDRT dan perwakilan Thailand. Ketiga pihak kemudian memastikan bahwa putranya tidak sanggup mengurus pemakaman. Pada akhirnya, kantor perwakilan Thailand meminta Asosiasi Amal Goodwill untuk membantu mengurus pemakaman dan lewat kejadian ini kisah pilu sang pekerja migran juga terungkap. 

Berkat bantuan Goodwill, pemakaman wanita Thailand tersebut dapat diadakan pada tanggal 30 Agustus. Upacara pemakaman diberi latar belakang pemandangan alam yang dipadukan dengan dekorasi bunga berbentuk hati sebesar 12 kaki, tugu pemakaman yang dikelilingi oleh boneka anak lelaki dan perempuan dan foto almarhum sebesar 15 inch yang diberi bingkai. Di depan peti terpajang vas bunga, 3 hidangan daging vegetarian, 4 hidangan buah dan 12 mangkuk sayuran, uang kertas untuk dibakar, alkohol, beserta dekorasi bambu dan kain untuk membimbing arwah. Di antara kesedihan asap dupa memenuhi ruangan dan membuat suasana semakin khusyuk. Jenazah wanita Thailand tersebut penuh dengan luka memar dan bercak darah yang sudah mengering. Bercak darah merah segar di bagian kepalanya kini menjadi warna hitam kecoklatan. Kedua matanya membelalak bagai menceritakan ketakutan dan ketidakrelaan pada saat itu. Anggota Goodwill menggunakan cara ilmiah dengan menyuntikkan air di kelopak mata bagian atas hingga akhirnya beliau dapat memejamkan mata. Ketika putra almarhum melihat ibunya memejamkan mata bagaikan tertidur, air matanya segera bercucuran.

Di dalam ruangan pemakaman yang besar, tempat duduk sanak keluarga kosong dan hanya ada putranya dan anggota Asosiasi lainnya yang menghadiri pemakaman. Relawan Goodwill mengumpulkan uang sumbangan penghiburan sebanyak 36 ribu untuk sang putra sebagai bentuk rasa prihatin dari Taiwan. Sang putra menerima niat baik relawan tersebut dengan mata yang memerah. Namun karena luka di tangan kirinya, setelah upacara pemakaman berakhir ia langsung diantar oleh relawan menuju klinik untuk diperiksa dan kemudian dipindah ke rumah sakit besar. Menurut hasil pemeriksaan dokter, ia harus segera menjalani operasi dan dirawat inap. Jika tidak, ada kemungkinan dia akan menjadi cacat. Goodwill juga memutuskan untuk menanggung biaya pengobatan tersebut secara cuma-cuma. Mereka berharap setelah sang putra keluar dari rumah sakit, ia dapat membawa abu ibunya kembali ke kampung halaman dengan badan yang sehat. Berkat perawatan tim medis yang telaten, kini ia sudah pulih dan keluar dari rumah sakit. 

Pejabat kantor perwakilan Thailand menyebut akan menulis surat kepada pemerintah negaranya untuk melaporkan tindakan amal Goodwill yang memberikan layanan tanpa pamrih kepada pekerja migran Thailand yang tertimpa musibah. Kantor perwakilan Thailand juga mengatakan bahwa kepala kantor sendiri akan mengunjungi Goodwill untuk mengungkapkan rasa terima kasih. Goodwill menyebut bila ada orang asing yang meninggal di Taiwan, “karena sama-sama merupakan warga dunia dan berdasarkan norma menolong kaum lemah dan rasa perikemanusiaan”, Goodwill akan segera memberikan bantuan untuk mengurus pemakaman.

Asosiasi Amal Goodwill menerima ucapan terima kasih dari perwakilan Thailand. (Foto/ kontribusi Asosiasi Amal Goodwill)
Tags

Related Articles

Back to top button
Close