Gaji Pokok Mungkin Naik Hingga 6%, Namun Gaji Pekerja Perawat Asing tidak Bergerak Selama 6 Tahun

foto ilustrasi pekerja migran dan pekerja perawat asing. (foto ilustrasi/ shutterstock)

Kemenaker diperkirakan akan membentuk komite peninjauan gaji untuk membicarakan tingkat kenaikan gaji tahun depan. Selain pejuang hak pekerja yang menyerukan kenaikan sebesar 8%, liputan berita juga beranggapan bahwa bila dilihat dari kinerja ekonomi yang baik tahun ini, ada harapan kenaikan gaji tahun depan akan mengalami kenaikan yang tinggi dan dapat mencapai 6%. Setelah gaji dinaikkan, pekerja migran bidang industri juga dapat ikut menikmati. Namun bagi pekerja migran bidang kesejahteraan sosial yang tidak dilindungi oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan, ini menandakan semakin besarnya jurang perbedaan mereka dengan persyaratan kerja secara menyeluruh di Taiwan. 

Liputan berita menyebut bahwa pejuang hak pekerja menganggap bahwa di tahun depan gaji pokok seharusnya dinaikkan sebesar 8% sehingga mencapai 26.000 TWD. Anggota Komisi Pengembangan Nasional Gong Ming-Xin juga menyebutkan bahwa setelah situasi pandemi kembali stabil, kondisi perekonomian perlahan pulih. Ditambah lagi diberikannya voucher stimulus quintuple juga akan memacu perkembangan ekonomi, sehingga perkembangan ekonomi di tahun 2021 sangat mungkin melebihi 6%. Karena itu, tingkat kenaikan gaji pokok juga bisa lebih tinggi. Gaji pokok saat ini adalah sebesar 24.000 TWD untuk gaji bulanan dan 160 TWD untuk gaji per jam. Bila ditingkatkan sebesar 6%, gaji pokok akan menjadi sebesar 25.440 TWD. Namun tingkat kenaikan yang sebenarnya harus menunggu hingga rapat pada tanggal 8 Oktober baru akan diputuskan.

Gaji pokok Taiwan sudah ditingkatkan selama 4 tahun berturut-turut (tahun depan adalah tahun kelima). Bagaimanapun tingkat kenaikan gaji tahun depan, pekerja migran bidang industri yang dilindungi oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan akan dapat menikmati hasilnya dan mendapatkan kenaikan gaji bersama-sama dengan tenaga kerja lokal. Namun kenaikan gaji pokok pekerja migran bidang kesejahteraan sosial seperti pekerja perawat asing dan pembantu rumah tangga yang selama ini di luar cakupan Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan terus terhenti. Sejak tahun 2015, mereka tidak mengalami kenaikan gaji dan ini membuat perbedaan gaji antara pekerja migran bidang industri dan pekerja migran bidang kesejahteraan sosial menjadi semakin besar.

Pada dasarnya, standar gaji pekerja migran dengan tenaga kerja lokal memang sudah berbeda jauh. Gaji pekerja migran bidang industri yang dilindungi oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan sejak semula memang tidak sebanding dengan tenaga kerja lokal. Ditambah lagj peraturan hukum Taiwan saat ini juga menempatkan pekerja migran bidang kesejahteraan sosial di luar perlindungan Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan. Sistem ganda seperti ini telah menghasilkan perbedaan gaji di dalam kelompok pekerja migran dan menjadikan persyaratan kerja pekerja perawat asing semakin melemah.

Menurut data statistik Kemenaker pada bulan Juni 2020, rata-rata gaji pekerja migran di bidang manufaktur dan konstruksi adalah 28.583 TWD, dan rata-rata total jam kerja mereka adalah 194,7 jam. Pada periode yang sama, rata-rata gaji pekerja migran bidang kesejahteraan sosial hanyalah 19.918 TWD,  dan rata-rata jam kerja setiap hari adalah 10,5 jam. Biarpun tahun ini karena pandemi sehingga Taiwan kekurangan tenaga kerja menjadikan pekerja migran bidang kesejahteraan sosial mendapat kenaikan gaji, namun paling-paling hanya sampai sekitar 21.000 hingga 22.000 saja dan belum dapat memiliki perlakuan yang setara dengan pekerja migran bidang industri. Situasi ini juga hanyalah efek khusus dalam jangka pendek yang disebabkan oleh pandemi. Setelah pekerja migran kembali diperbolehkan untuk masuk ke Taiwan, gaji seperti ini juga sulit dipertahankan. Karena tidak dilindungi oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Taiwan,  pada akhirnya akan sulit untuk melindungi kepentingan mereka di berbagai bidang. 

Tidak hanya begitu, pekerja migran yang bekerja di Taiwan harus menanggung sebagian dari biaya asuransi kesehatan. Persentase biaya asuransi kesehatan akan disesuaikan seiring dengan kenaikan gaji pokok. Pekerja migran bidang apapun akan diterapkan persentase biaya asuransi yang tetap, sehingga meskipun gaji pekerja migran bidang kesejahteraan sosial tidak ditingkatkan, mereka malah harus membayar biaya asuransi yang lebih banyak. Hal ini juga membuat mereka terasa semakin dirugikan.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close