300 Hari tidak Datangkan PMA Sebabkan Industri Kekurangan Tenaga Kerja, Kemenaker akan Ajukan untuk Melonggarkan Kebijakan Batas Negara bagi PMA

Anggota parlemen Zhang Yu-Mei melakukan interpelasi kepada ketua Kemenaker mengenai larangan PMA . (Foto/ diambil dari rekaman rapat Yuan Legislatif )

Jumlah pekerja migran yang didatangkan ke Taiwan kurang lebih ada 700 ribu orang. Mulai dari industri manufaktur, konstruksi hingga perawatan jangka panjang, semuanya sangat mengandalkan pekerja migran. Namun karena pengaruh pandemi dan kebijakan batas negara, pendatangan pekerja migran telah dihentikan selama hampir 1 tahun. Di berbagai industri muncul masalah kekurangan tenaga kerja, dan ini juga mempengaruhi perawatan jangka panjang. Beberapa hari sebelumnya, ketua Kemenaker telah mengatakan bahwa dia akan meminta CECC untuk melonggarkan kebijakan batas negara bagi pekerja migran.

Anggota komite Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan hari ini mengundang Kemenaker dan lainnya untuk mendiskusikan “peningkatan gaji pokok, kebijakan pendamping serta sumber dana dan acuan dalam memberikan subsidi untuk tahun ini”.

Anggota parlemen Taiwan Zhang Yu-Mei melakukan interpelasi soal larangan bagi pekerja migran. Ia berkata bahwa sejak tanggal 4 Desember tahun lalu, untuk menanggapi situasi pandemi di Indonesia yang semakin parah Taiwan telah  berhenti mendatangkan pekerja migran dari Indonesia dan hingga saat ini telah berlangsung selama 308 hari. Namun 75% dari tenaga penyokong pelayanan kesejahteraan sosial di Taiwan berada pada pekerja migran Indonesia sehingga hal ini sangat mempengaruhi perawatan jangka panjang. Pada bulan Mei tahun ini juga karena kondisi pandemi di dalam negeri menjadi parah, Taiwan memperketat kebijakan batas negara sehingga berhenti mendatangkan semua pekerja migran. Hal ini semakin menimbulkan kekurangan tenaga kerja di berbagai industri.

Menanggapi hal ini, ketua Kemenaker Xu Ming-Chun menyebutkan bahwa situasi pandemi di Taiwan sudah lebih mereda dan kebijakan pencegahan pandemi di berbagai tempat juga perlahan-lahan telah dilonggarkan. Saat ini mereka telah mulai berdiskusi dengan CECC soal melonggarkan kebijakan bagi pekerja migran untuk masuk ke Taiwan. Sebelumnya standar untuk menghapuskan larangan masuk bagi pekerja migran Indonesia adalah jumlah kasus baru yang terjadi setiap hari kurang dari 5000 kasus dan berlangsung selama 1 minggu. Saat ini jumlah kasus yang terjadi sudah menurun jadi kurang dari 1000 kasus. Kemenaker akan menghitung jumlah kekurangan tenaga kerja di berbagai industri dan melakukan kajian terhadap situasi pandemi di berbagai negara sebelum mengajukan kepada CECC untuk kembali mendatangkan pekerja migran.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close