Asosiasi Teknik dan Kementerian Tenaga Kerja Berkoordinasi Untuk Mengatasi Kekurangan Pekerja. Industri konstruksi Menambah 1547 Pekerja Migran Pada Bulan Agustus

Pada bulan Mei tahun ini, Taiwan menerapkan kontrol perbatasan yang ketat sebagai tanggapan atas memanasnya kasus epidemi lokal, serta karena pekerja migran tidak dapat memasuki Taiwan, maka hal ini menyebabkan kekurangan besar akan pekerja di beberapa industri. Untuk mengoordinasikan dan memperbaiki kekurangan tenaga kerja di industri konstruksi, Asosiasi Teknik, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Dalam Negeri merevisi peraturan migrasi industri konstruksi untuk memenuhi kebutuhan darurat akan pekerja di industri konstruksi. Selain menambah jumlah pekerja konstruksi sebanyak 1.547 orang, pemerintah juga membantu produsen melalui penyebaran dan protokol untuk penggunaan pekerja migran lokal agar proyek konstruksi dalam negeri dapat terus berlanjut.

Setelah situasi pandemi memanas pada bulan Mei, kontrol perbatasan menjadi lebih diperketat. Pekerja Migran tidak dapat masuk Taiwan dan menyebabkan kurangnya tenaga kerja. (Ilustrasi/shutterstock)

Asosiasi teknik menyatakan, bidang konstruksi merupakan industri kepala dari perkembangan ekonomi negeri. Dengan tidak melanggar hukum tenaga kerja serta hak dari pekerja lokal, Asosiasi Teknik, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Dalam Negeri pada tahun lalu dan tahun ini telah merevisi peraturan migrasi pekerja migran di bidang industri konstruksi.

Sekitar 6.480 pekerja migran di industri konstruksi pada Agustus tahun ini, angkat ini telah meningkat 1.547 dibandingkan dengan 4.933 pada periode yang sama tahun lalu. Setelah situasi pandemi memanas pada bulan Mei, kontrol perbatasan menjadi lebih diperketat. Kementerian Tenaga Kerja juga membantu industri dengan langkah-langkah pendukung untuk kebutuhan pekerjaan, termasuk memperpanjang masa kerja, pindah tempat kerja, dan berganti majikan. Sampai pada bulan Agustus tahun ini, banyak pabrik telah secara fleksibel mempekerjakan pekerja migran hingga 914 orang. Asosiasi teknik menunjukkan bahwa mengingat relaksasi peraturan yang disebutkan di atas dan langkah-langkah darurat yang fleksibel, promosi konstruksi sarana publik di Taiwan masih lancar; tingkat pemenang tender untuk proyek-proyek sarana publik dalam 2 kali kesempatan lelang adalah 91,34%, yang merupakan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa langkah-langkah yang relevan telah mencapai hasil yang baik.

Namun, Asosiasi Teknik menambahkan, pekerja migran bidang konstruksi bersifat pelengkap, pelatihan dan pengembangan skill tenaga kerja lokal masih merupakan baru dasar keberlangsungan perkembangan ekonomi. Mereka menambahkan bahwa proyek ini akan terus bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja untuk menerapkan sistem lisensi industri konstruksi, memperkuat pelatihan teknis dan ketenagakerjaan tenaga kerja, untuk meningkatkan kebanggaan dan upah tenaga kerja, dan menarik kaum muda untuk ikut bergabung bersama.

 

 

 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close