Perhatian! Ringkasan Kebijakan Pencegahan Pandemi Sebelum dan Sesudah Masuk Taiwan, PMA tidak Perlu Tanggung Biaya Asuransi dan Karantina

Sejak tanggal 11 November, pekerja migran mulai diizinkan untuk masuk ke Taiwan. Program untuk mendatangkan pekerja migran diperkirakan akan berlaku hingga tanggal 30 Juni tahun depan. Untuk gelombang pertama ini akan mengutamakan pekerja migran asal Indonesia. (foto ilustrasi/ shutterstock)

Sejak tanggal 11 November, pekerja migran mulai diizinkan untuk masuk ke Taiwan. Program untuk mendatangkan pekerja migran diperkirakan akan berlaku hingga tanggal 30 Juni tahun depan. Untuk gelombang pertama ini akan mengutamakan pekerja migran asal Indonesia. Sebelum masuk ke Taiwan, kebijakan pencegahan pandemi apa sajakah yang harus dipatuhi oleh pekerja migran? Artikel ini akan mengajak Anda untuk memahaminya.

 

Kebijakan pencegahan pandemi sebelum pekerja migran masuk ke Taiwan:

Pertama-tama, pekerja migran harus menyiapkan dokumen rencana pencegahan pandemi dari agen perantara yang diakui oleh pihak berwenang di negara asal dan memberikannya kepada kantor kedutaan atau kantor perwakilan Taiwan untuk mengajukan visa kerja ke Taiwan. Mereka harus mematuhi kebijakan pencegahan pandemi berikut: 1, Tiga hari sebelum memasuki tempat pelatihan, mereka harus melakukan tes PCR di instansi yang telah diakui oleh CECC Taiwan dan hasilnya harus negatif. 2, Sebelum pekerja migran masuk ke Taiwan, sebaiknya mereka dapat menyelesaikan vaksinasi Covid-19 yang mereknya terdaftar dalam daftar Otorisasi Penggunaan Darurat WHO, atau jenis vaksinasi Covid-19 yang ada dalam Otorisasi Penggunaan Darurat otoritas kesehatan Taiwan. 3, Pekerja migran harus melakukan manajemen kesehatan mandiri dalam 7 hari sebelum naik pesawat, serta melakukan tes PCR sekali lagi dalam 72 jam sebelum naik pesawat ke Taiwan dan hasilnya harus negatif. Setelah selesai tes hingga naik pesawat, mereka harus melakukan karantina seorang per kamar dan tidak boleh meninggalkan tempat karantina.

 

Kebijakan pencegahan pandemi setelah pekerja migran masuk ke Taiwan:

Setelah pekerja migran gelombang pertama masuk ke Taiwan, mereka perlu menjalani karantina di pusat karantina selama 14 hari dan manajemen kesehatan mandiri selama 7 hari. Ketika memasuki bandara, mereka perlu melakukan tes PCR dan tinggal di pusat karantina selama 14 hari. Setelah masa karantina berakhir, mereka harus melakukan tes PCR sekali lagi dan menjalani manajemen kesehatan mandiri dengan melanjutkan tinggal di pusat karantina selama 7 hari. Selama masa manajemen kesehatan mandiri, mereka perlu melakukan 1 kali tes rapid dan mematuhi aturan keluar masuk di pusat karantina. Selain itu, pada dasarnya selama masa manajemen kesehatan mandiri pekerja migran tidak diizinkan keluar dan hanya boleh keluar untuk berobat atau bila ada keperluan mendesak. Mereka juga harus mematuhi aturan sistem pencatatan nama, harus ada orang khusus yang mengantar jemput dan menemani selama keluar.

 

Pekerja migran tidak perlu menanggung biaya asuransi maupun karantina:

Selama 14 hari menjalani karantina dan 7 hari menjalani manajemen kesehatan mandiri, biaya karantina, biaya transportasi dan biaya tes PCR semuanya ditanggung oleh majikan atau pemerintah. Pekerja migran tidak perlu menanggung biaya apapun. Selain itu, Kemenaker meminta majikan untuk membiayai asuransi komersial pengobatan bagi pekerja migran demi menanggung biaya karantina atau pengobatan bila pekerja migran tertular. Isi dari asuransi akan ditentukan berdasarkan perjanjian antara majikan dengan penanggung asuransi. Asuransi dapat dibeli oleh majikan ataupun pekerja migran sendiri. Namun bila pekerja migran membeli asuransi sendiri, majikan harus menanggung biaya asuransi secara penuh dan melepas hak untuk meminta biaya asuransi.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close