PMI Mulai Masuk Kembali Hari Ini, Gelombang Pertama Semua Diberlakukan Karantina Terpusat

Pusat Komando Wabah mengatakan hari ini (11) bahwa mengingat epidemi dalam negeri relatif stabil, untuk menjawab kebutuhan industri dan tenaga kerja, mulai hari ini, program pemasukan pekerja migran akan dibuka, dan gelombang pertama akan dimulai. Sebagian besar adalah pekerja migran dari Indonesia. (Ilustrasi /shutterstock)

 

Pusat Komando Wabah mengatakan hari ini (11) bahwa mengingat epidemi dalam negeri relatif stabil, untuk menjawab kebutuhan industri dan tenaga kerja, mulai hari ini, program pemasukan pekerja migran akan dibuka, dan gelombang pertama akan dimulai. Sebagian besar adalah pekerja migran dari Indonesia, dan semua akan diberlakukan karantina terpusat.  Pemasukan pekerja migran dari negara lain akan terus dikomunikasikan dan dirundingkan oleh Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri dan kementerian terkait lainnya, dan akan diumumkan oleh Kementerian Tenaga Kerja sesuai dengan persiapan masing-masing negara asal para pekerja migran.

Program pencegahan epidemi untuk pekerja migran dibagi menjadi pencegahan epidemi pra-masuk dan pasca-masuk. Pencegahan epidemi pra-masuk meliputi: pekerja migran harus menjalani tes PCR sebelum memasuki Taiwan, dan satu orang harus diisolasi dalam satu ruangan 72 jam sebelum boarding. Pemerintah negara asal pekerja migran harus memberikan daftar hingga 50 laboratorium untuk inspeksi kesehatan. Otoritas yang berwenang harus melapor ke Pusat Komando untuk meminta persetujuan untuk memastikan kualitas pengambilan sampel PCR dan inspeksi kesehatan untuk pekerja migran.

Selain itu, pemerintah negara asal harus menerapkan verifikasi program anti-epidemi untuk perusahaan agensi asing, termasuk pengurangan separuh jumlah pekerja migran di pelatihan dan akomodasi lembaga pelatihan pekerja migran di luar negeri, dan tempat karantina untuk satu orang di satu kamar sebelum keberangkatan. Pemerintah negara asal akan mengeluarkan sertifikat setelah peninjauan dan disetujui, yang kemudian akan ditinjau dan disetujui oleh Kedutaan Besar Taiwan di luar negeri saat menerima aplikasi visa masuk.

Setelah masuk, TKI akan menjalani tes PCR satu kali di bandara saat masuk ke Taiwan, dilanjutkan dengan karantina selama 14 hari, dan tes PCR lagi sebelum masa karantina berakhir. Mereka yang memiliki hasil tes negatif akan di lanjut untuk manajemen kesehatan mandiri selama 7 hari. Untuk menghindari kemungkinan risiko penularan selama periode manajemen kesehatan mandiri, majikan harus mengatur manajemen kesehatan mandiri migran di lokasi yang ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja, dan melakukan rapid tes selama periode manajemen kesehatan mandiri.

Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja juga mewajibkan majikan untuk meningkatkan asuransi kesehatan dan komersial bagi pekerja migran. Komite Manajemen Keuangan dan kementerian terkait lainnya telah merencanakan asuransi kesehatan dan komersial yang relevan. Setelah produk yang diasuransikan terdaftar, majikan harus menambahkan asuransi NTD 500.000 untuk pekerja migran sebelum memasuki Taiwan. Asuransi digunakan untuk menutupi biaya pengobatan untuk karantina jika pekerja migran diagnosis positif setelah masuk Taiwan.

Urutan prioritas imigrasi pekerja migran akan ditentukan sesuai dengan sistem poin. Pusat Komando Wabah telah mengatur 1.700 tempat tidur karantina untuk para pekerja migran. Menanggapi periode pencegahan epidemi khusus untuk kembali ke kampung halaman selama Chinese New Year pada 14 Desember, pemasukan pekerja migran akan ditangguhkan atau dikurangi mulai 15 Desember.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close