PMA yang Sedang Berbelanja Dirazia Polisi, Bos Menyayangkan: Kalau Kamu di Posisi Dia, Apa Tidak Merasa Frustasi?

Melakukan razia untuk menangkap pekerja migran kaburan adalah tugas yang diberikan kepada dan indikator kinerja banyak polisi. Namun saat melaksanakannya, sedikit banyak mereka menggunakan cara yang kurang tepat. Beberapa saat sebelumnya, ada warga yang mengutarakan kekecewaannya lewat grup Facebook “Hsu Ming Wei, Bantulah Xinzhuang (許明偉新莊幫幫忙)”. Warga tersebut mengatakan bahwa ia adalah pemilik toko kelontong Asia Tenggara dan tamu di tokonya kebanyakan adalah pekerja migran. Namun karena itu sering ada polisi yang datang untuk melakukan razia dan membuat para tamu toko tidak nyaman. Selain menyayangkan para pekerja migran, dia menyebut bahwa razia polisi sudah mempengaruhi bisnisnya.

Dalam postingannya di Facebook, warga tersebut mengatakan bahwa toko kelontong Asia Tenggara yang dimilikinya menjual mie instan dan berbagai barang yang berasal dari Thailand, Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Tokonya juga menjual rokok dan minuman beralkohol. Tamu-tamunya kebanyakan adalah pekerja migran. Biarpun bisnis serta penjualan rokok dan minuman beralkoholnya memiliki izin yang sesuai dengan peraturan hukum, tapi setiap bulan selalu ada 2 sampai 3 kali polisi yang datang untuk melakukan razia, dan setiap kali selalu ada 8 sampai 12 orang polisi. Tamu yang sedang memilih barang atau sedang membayar di kasir akan diminta untuk menunjukkan kartu ARC. Hal ini membuat tidak sedikit tamu merasa tidak nyaman sehingga semakin sedikit tamu yang datang.

“Bila polisi datang dan meminta surat izin apapun ataupun tanda tangan penanggung jawab, kami akan bersedia melakukannya. Namun saat bertanya kepada polisi mengapa perlu memeriksa orang sebanyak ini dan ada masalah apa, kebanyakan polisi akan pura-pura tidak mendengar dan tidak menjawab lalu kembali memeriksa dokumen”. Warga yang memposting dengan frustasi mengatakan bahwa “kami hanya ingin melakukan bisnis dengan baik dan mencari sesuap nasi saja”.

Dari rekaman yang di posting oleh sang warga, dapat dilihat setidaknya ada 6 orang polisi berseragam yang masuk ke dalam toko dan meminta untuk memeriksa dokumen identitas tamu wanita yang sedang membayar di kasir. Sang warga berkata, “Saya sungguh menyayangkan para pekerja migran yang datang merantau dari tempat jauh untuk bekerja. Kalau kamu ada di posisi mereka dan sedang bekerja di luar negeri, lalu tiba-tiba dirazia oleh segerombolan polisi, tidakkah kamu akan merasa tegang dan frustasi?” Ia berharap dapat memberikan sebuah lingkungan yang lebih nyaman bagi pekerja migran untuk berbelanja barang-barang dari kampung halamannya.

Menanggapi hal ini, wartawan Empat Arah menelepon kantor polisi cabang Xinzhuang dan mendapat respon berikut: “Demi mempertahankan lingkungan yang aman dan menanggapi perlunya menjaga keamanan, kepolisian kami menempatkan polisi untuk melakukan razia dadakan di tempat berkumpulnya para orang asing. Ini dilakukan untuk menghapus kriminalitas, mencegah terjadinya hal-hal ilegal seperti kekerasan dan perkelahian di jalan serta memberikan himbauan mengenai peraturan hukum seputar pencegahan pandemi selama masa pandemi. Untuk menjaga lingkungan yang aman, selain mengandalkan tim dari kepolisian kami, juga perlu kerjasama, bantuan dan dukungan dari para warga sekalian”.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close